KPC PPU Dipastikan Berlanjut, Pemkab Prioritaskan Siswa Baru Masuk SD dan SMP

Siswa SD di salah satu sekolah di PPU. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan program bantuan pendidikan Kartu Penajam Cerdas (KPC) tetap dilanjutkan pada tahun ajaran 2026/2027.

Program tersebut kembali menjadi prioritas pemerintah daerah guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi pelajar yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar mengatakan, alokasi anggaran untuk program KPC tahun ini diperkirakan masih berada pada kisaran yang sama dengan tahun sebelumnya.

“Anggaran yang disediakan saat ini kurang lebih sama dengan tahun kemarin. Tapi untuk total nominal pastinya, kami masih melihat jumlah murid baru yang masuk pada tahun ajaran baru nanti,” ujar Muhtar, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan KPC periode sebelumnya hampir seluruhnya telah rampung. Saat ini hanya tersisa kurang dari 200 siswa yang belum menerima bantuan.

“Sisa sedikit, kurang dari 200 siswa lagi yang belum. Selebihnya sudah tersalurkan,” katanya.

Muhtar menegaskan, program KPC masih difokuskan bagi siswa sekolah negeri, terutama peserta didik baru yang masuk Kelas 1 SD dan Kelas 7 SMP.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung kepala daerah agar bantuan pendidikan dapat menyasar kebutuhan dasar pelajar di PPU.

“Pak bupati konsen dan prioritasnya seluruh anak-anak Penajam, terutama yang baru masuk sekolah kelas 1 dan kelas 7,” jelasnya.

Terkait kemungkinan perluasan penerima bantuan bagi siswa madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), Muhtar menyebut hingga kini belum ada pembahasan resmi di tingkat dinas.

Meski demikian, ia mengaku secara pribadi mendukung apabila siswa madrasah nantinya juga dapat menerima manfaat program tersebut, mengingat mereka juga merupakan bagian dari pelajar di PPU.

“Secara pribadi saya sepakat, karena mereka juga anak-anak PPU. Tapi tetap harus dikaji secara matang sesuai kemampuan APBD,” ucapnya.

Ia menambahkan, integrasi data siswa madrasah melalui sistem EMIS Kemenag diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran lebih dari Rp1 miliar.

Namun, menurut dia, penambahan tersebut masih dinilai rasional selama dasar hukum dan mekanisme penyalurannya telah disiapkan secara matang.

Diketahui, program KPC memberikan bantuan sebesar Rp600 ribu bagi siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP. Pada 2025 lalu, program tersebut menjangkau 6.367 siswa dengan total anggaran mencapai Rp3,8 miliar yang bersumber dari APBD PPU. (Bey)

Share it:

Tags

KPC ppu SD siswa SMP

Baca Juga