Seantero.id, DENPASAR – Cerita menarik datang dari musim haji tahun ini. Salah satu JCH muda asal Bali, Dhani Aditya Saputra, mendadak menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam daftar kuota keberangkatan. Remaja yang baru menginjak usia 17 tahun ini tercatat sebagai jemaah termuda kedua dari Pulau Dewata yang akan terbang ke Tanah Suci pada tahun 2026.
Kisah keberangkatan Dhani bermula dari keputusan sang ibu lima tahun silam. Saat itu, ia didaftarkan untuk menggantikan ayahnya yang belum siap berangkat. Uniknya, saat proses administrasi dilakukan, ia sama sekali tidak memahami bahwa dirinya sedang dipersiapkan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Salah satu jemaah calon haji (JCH) muda asal Bali bernama Dhani Aditya Saputra mengaku kaget lantaran sudah didaftarkan haji oleh ibunya saat masih sekolah dasar (SD),” ungkap laporan resmi saat acara pelepasan jemaah. Dhani pun menceritakan kepolosannya saat itu. “Saat itu tidak tahu, kan, karena masih kecil diajak begitu saja ke kantor mana itu untuk foto. Buat foto segala macam diurus ibu. Jadi, awal-awal tahu ini kaget,” ujar Dhani di Denpasar pada Sabtu (25/4/2026).
Meski sempat merasa cemas karena durasi ibadah haji yang mencapai 40 hari, siswa kelas 3 SMA Muhammadiyah 1 Denpasar ini mulai membangun mental dan fisiknya. Ia menyadari bahwa tantangan cuaca dan kondisi di Arab Saudi memerlukan stamina yang prima. Apalagi, ia belum pernah menjalankan ibadah umrah sebelumnya.
“Kaget, lama juga di sana, nanti bagaimana dengan kondisi tubuh, lalu cuaca di sana seperti apa, kan saya tidak tahu. Saya belum pernah umrah tapi langsung haji makanya kaget,” tuturnya jujur. Namun, rasa takut itu ia lawan dengan persiapan matang. “Untuk fisik juga harus dijaga benar-benar, pola makan, kesehatan, kehidupan sehari-hari, olahraga itu penting nanti untuk selama di sana,” ucapnya menambahkan.
Motivasi terbesar remaja kelahiran Badung ini adalah menjaga ibunya selama di perjalanan. Dhani yang sehari-hari dikenal rajin membantu orang tuanya bekerja ini merasa terharu bisa beribadah bersama sang bunda. “Untuk mama, sehat-sehat di sana, kita akan beribadah bersama, jaga kondisi fisik, panjang umur pokoknya buat mama,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Beruntung, pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatannya. Dengan izin yang sudah diproses, Dhani kini bisa fokus beribadah tanpa terbebani urusan pendidikan. Keberangkatannya ini pun menjadi penyemangat bagi teman-temannya di sekolah yang turut memberikan doa terbaik untuk perjalanannya ke Makkah. (Sen)









