Seantero.id, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Mengaku terpukul dengan banyaknya kembali kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di tanah air.
Meskipun demikian Kepala BGN pengganti Nanik S Deyang tersebut menyebut tidak akan menyerah dan akan terus melakukan evaluasi terhadap tata kelola MBG yang menjadi program unggulan pemerintah saat ini.
Menurut Sudaryono, sebagai lembaga yang belum lama berdiri, BGN terus melakukan upaya pembenahan secara menyeluruh. Perbaikan dilakukan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga pengawasan.
Ia menyinggung pemimpin sebelumnya yang terjerat kasus dugaan korupsi, hingga badan tersebut saat ini melakukan evaluasi menyeluruh.
“BGN ini kan lembaga baru, dipimpin oleh pemimpin yang sebelumnya kemudian tindakan mohon maaf koruptifnya ini. Sebagaimana saya laporkan di dalam tadi kan ini kemudian nular, nah kami ini sedang coba beres-beres, bersih-bersih dengan SDM yang ada,” katanya.
Sudaryono mengaku drop dan sangat prihatin dengan banyaknya penerima manfaat yang mengalami dugaan keracunan.
“Tiba-tiba ada keracunan makanan itu kemudian kami aduh, cukup sangat prihatin dan drop ya,” aku nya.
Sudaryono mengatakan kasus yang berkembang menjadi tantangan besar bagi pihaknya untuk memastikan program MBG memenuhi standar keamanan pangan.
Sudaryono mengungkap, dari beberapa hasil evaluasi internal BGN, mayoritas kasus keracunan yang terjadi berkaitan dengan ketidakpayuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). (Dd)









