Seantero.id, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Laut. Salah satu putra terbaik bangsa, Letjen TNI (Purn) Marinir Suharto, dikabarkan telah mengembuskan napas terakhirnya. Tokoh militer yang memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah transisi demokrasi Indonesia ini wafat pada usia 79 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan institusi yang pernah dipimpinnya.
Almarhum bukan sekadar perwira biasa, melainkan figur yang sangat lekat dengan memori stabilitas ibu kota. Nama beliau dikenal luas sebagai tokoh militer yang berperan penting dalam pengamanan Jakarta 98 saat kerusuhan besar melanda. Di tengah situasi nasional yang sedang tidak menentu kala itu, keberanian dan kepemimpinannya menjadi tumpuan dalam menjaga objek-objek vital negara.
Informasi mengenai kepulangan sang jenderal dibenarkan oleh pihak keluarga dan institusi Marinir. Letjen TNI (Purn) Marinir Suharto, mantan Komandan Korps Marinir ke-12, wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada hari Sabtu (18/4/2026). Selama masa jabatannya sebagai Dankormar (1996–1999), ia berdiri di garis depan untuk memastikan keamanan warga saat terjadi turbulensi politik yang berujung pada era reformasi.
Panglima Korps Marinir saat ini, Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas hilangnya sosok teladan tersebut. “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Turut bersungkawa cita atas wafatnya Letjen TNI Mar (Purn) Suharto Komandan Korps Marinir ke-12. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima seluruh kebaikan ibadahnya serta melapangkan tempatnya disisi-Nya. Aamiin Ya Robbal Alamin,” tutur Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, dikutip dari akun resmi Marinir TNI AL di Jakarta pada Sabtu (18/4/2026).
Sebagai lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1969, perjalanan karier Suharto mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari Gubernur AAL hingga Inspektur Jenderal di Departemen Pertahanan. Di masa purnawirawan, ia juga dikenal aktif memberikan sumbangsih pemikiran bagi bangsa dan tetap menjalin kedekatan dengan lingkaran tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Jasa-jasa Letjen TNI (Purn) Marinir Suharto dalam menavigasi keamanan selama krisis Jakarta 98 akan selalu dicatat dalam sejarah militer Indonesia. Karakter prajurit lapangan yang tegas namun tetap mengedepankan profesionalisme menjadikannya sosok yang dihormati lintas generasi. Selamat jalan Sang Jenderal, dedikasimu untuk keutuhan NKRI akan terus dikenang. (Sen)









