Kecam Aksi Teror, PRIMA Minta Polisi Usut Kasus Penyiraman Air Panas terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Aktivis KontraS Andrie Yunus (Humas MK)

Seantero.id, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari dunia aktivisme hak asasi manusia. Sosok Andrie Yunus, yang dikenal sebagai salah satu aktivis KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), diduga menjadi korban serangan orang tak dikenal. Insiden penyiraman air panas ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk partai politik yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap suara kritis di Indonesia.

Kejadian yang menimpa Andrie Yunus dianggap bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius bagi demokrasi. Banyak pihak khawatir jika kasus ini tidak segera ditangani, akan muncul rasa takut di tengah masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, kecepatan kepolisian dalam mengungkap pelaku di balik serangan ini menjadi ujian bagi penegakan hukum saat ini.

Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) turut angkat bicara mengenai tragedi ini. Melalui Wakil Ketua Umumnya, Alif Kamal, partai tersebut melontarkan kritik pedas dan meminta negara hadir untuk melindungi setiap warga negaranya, terutama mereka yang aktif mengawal isu kemanusiaan.

“Kami mengutuk keras dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Kepolisian harus segera mengusut kejadian ini secara serius dan transparan,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Alif menilai ada potensi pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi demi kepentingan negatif. “Peristiwa seperti ini bisa menjadi upaya memancing di air keruh di tengah semangat pemerintah yang terus melaksanakan berbagai program kerakyatan. Karena itu, aparat kepolisian harus bergerak cepat agar tidak berkembang berbagai spekulasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kejelasan informasi agar tidak ada asumsi yang menyudutkan pihak tertentu tanpa bukti yang kuat. “Agar tidak muncul opini liar bahwa ada pembungkaman terhadap suara-suara aktivis, maka pihak kepolisian harus mengusut tuntas kejadian ini hingga pelaku dan motifnya jelas,” kata Alif.

Di akhir pernyataannya, Alif Kamal mengingatkan bahwa kritik adalah bagian penting dari pembangunan bangsa yang sehat. “Dalam beberapa kesempatan, pemerintah justru terus merangkul kelompok-kelompok yang bersuara kritis. Langkah ini penting untuk mendapatkan masukan sehingga jalannya pemerintahan tetap berimbang dan responsif terhadap aspirasi masyarakat,” tuturnya pada Sabtu (14/3/2026) di Jakarta.

Hingga kini, publik terus memantau perkembangan penyelidikan terkait kasus yang menimpa Andrie Yunus. Kepastian hukum sangat dinantikan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan. (Sen)

Share it:

Baca Juga