Seantero.id, NTB – Kebakaran Kampung Adat Desa Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada 23 Agustus 2026 lalu, menghanguskan banyak bangunan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah memperbaharui data kerugian akibat kebakaran Kampung Adat Desa Sade tersebut, ya kni menghanguskan 75 rumah, yang sebelumnya disebut 129 rumah. Informasi terbaru tersebut disampaikan Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri pada wartawan, 24 Agustus 2026.
Selain itu, tercatat pula ada sekitar 69 toko seni atau Art Shop milik warga yang juga hangus terbakar. Ada juga fasilitas Adat dan fasilitas umum yang juga terdampak, seperti 1 unit masjid, 4 berugak sekenam gazebo bertiang enam, 6 berugak sekepat, hingga lumbung alang-alang.
Kebakaran hebat tersebut juga berdampak pada 1 unit balai desa, 1 unit toilet, dan beberapa bangunan lainnya.
“Dari kemarin terhitung kondisi dan keadaan wilayah yang terdampak, perlu kami sampaikan ada 75 unit rumah, lalu kemudian satu masjid, berikut empat berugak yang kakinya enam atau di sini orang mengatakan sekenam, ” ungkap Lalu Pathul.
Dari hasil penghitungan sementara, seluruh kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan Rp 34 miliar. Pendataan dilakukan bersama jajaran TNI-Polri, Pemerintah Desa, Dinas Pariwisata, Kepala Desa, serta pihak terkait lainnya.
“Kalau ditotal bersama-sama Bapak Kapolres, Danrem, Dinas Pariwisata, Kepala Desa dan semuanya dalam hitungan kurang lebih Rp 34 miliar,” kata Lalu.
Pihak Pemkab Lombok Tengah, hingga saat ini masih melakukan pembahasan lebih lanjut terkait langkah penanganan dan rencana pembangunan, usai kejadian kebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Desa Sade, Lombok Tengah, NTB. (Dd)









