Kasus Daycare Yogyakarta: Wakil Ketua DPR RI Desak Usut Tuntas Dugaan Kekerasan Anak

Daycare Little Aresha Jogja. (tribunnews.com)

Seantero.id, YOGYAKARTA – Publik tengah digemparkan oleh temuan memilukan terkait dugaan aksi kekerasan anak di sebuah tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kasus ini mencuat setelah pihak kepolisian melakukan penggerebekan dan menemukan praktik tidak manusiawi yang menimpa puluhan balita di fasilitas tersebut.

Menanggapi tragedi ini, Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan terhadap anak tersebut. Berdasarkan data sementara aparat penegak hukum, terdapat 103 anak yang terdaftar di fasilitas tersebut, dengan sekitar 53 anak diduga mengalami kekerasan fisik maupun perlakuan tidak manusiawi.

Sari menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus mengusut tuntas perkara ini demi menjamin perlindungan anak di Indonesia. “Kami meminta agar proses hukum berjalan secara profesional dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak,” kata Sari kepada wartawan pada Minggu (26/4/2026) di Jakarta.

Kondisi di lokasi kejadian memang sangat memprihatinkan. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkapkan fakta mengerikan saat penggerebekan dilakukan. Petugas menyaksikan langsung bagaimana para pengasuh memperlakukan anak-anak dengan sangat keji, seperti mengikat kaki dan tangan mereka.

“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Hingga saat ini, Unit PPA Polresta Yogyakarta telah mengamankan sekitar 30 orang, mulai dari pengasuh hingga petinggi yayasan, untuk pemeriksaan intensif.

Kekhawatiran serupa dirasakan oleh para orang tua, salah satunya Aldewa. Ia baru menyadari anaknya menjadi korban setelah melihat video yang viral. “Saya baca jam 5 sore, ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diikat dan segala macam. Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki,” ujar Aldewa dengan nada menyesal.

Wakil Ketua DPR RI tersebut juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan tempat penitipan anak. “Peristiwa ini harus menjadi momentum perbaikan sistem perlindungan anak, khususnya di fasilitas penitipan. Negara harus memastikan bahwa setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman, layak, dan mendukung tumbuh kembangnya,” pungkas Sari. (Sen)

Share it:

Baca Juga