Kasus Campak di Indonesia Naik, Menkes Budi Gunadi Sampaikan Ini

Ilustrasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi (Dodi/seantero.id)

Seantero.id, JAKARTA – Kasus penyakit campak dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia.

Terkait meningkatnya penyebaran kasus penyakit campak di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Mengingatkan tentang pentingnya vaksinasi bagi anak-anak, khususnya yang masih berusia di bawah lima tahun.

Berdasarkan data dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat hingga minggu ke-7 tahun 2026 ada sekitar 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian dengan CFR 0,05 persen.

Menkes mengaku terkejut dengan adanya kenaikan angka kasus penyakit tersebut yang terjadi di sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia, hingga beberapa di antaranya meninggal dunia.

“Saya terkejut karena seluruh dunia lagi naik (kasus campak), Indonesia naik, Bima juga naik,” kata Budi, 27 Februari 2026 lalu saat berkunjung ke RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Saat kunjungannya tersebut ia mendapat laporan bahwa di wilayah Bima NTB tercatat telah ada dua anak yang meninggal akibat campak.

“Sudah ada dua yang meninggal anak-anak di Bima, data setahun lalu angkanya 40 an sekarang sebulan saja sudah 40 an, bahkan Februari juga 50 an kasus,” lanjut Budi.

Kembali ia menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang seharusnya dapat dicegah sejak dini melalui upaya imunisasi.

Namun demikian rendahnya kesadaran akan vaksinasi menjadikan risiko penularan penyakit tersebut tinggi, khususnya pada anak-anak di daerah.

Budi pun mengimbau masyarakat khususnya para ibu di Tanah Air, untuk dapat membawa anaknya mendapatkan vaksin.

“Saya mengimbau jangan lagi ada anak-anak kita yang harus meninggal gara-gara campak, sebab penyakit ini sudah ada vaksinnya,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(Dd)

Share it:

Baca Juga