Seantero.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak cepat mengusut tuntas skandal dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Kini, radar lembaga antirasuah tersebut mulai mengarah pada keterlibatan sejumlah perusahaan rokok besar yang beroperasi di wilayah Pulau Jawa. Penyelidikan ini dilakukan untuk membongkar adanya praktik lancung dalam pengurusan pita cukai yang diduga merugikan keuangan negara.
Penyidik mengendus adanya aliran dana mencurigakan yang mengalir dari pihak swasta kepada oknum pejabat tertentu. Fokus utama tim saat ini adalah memetakan titik-titik penyimpangan dalam prosedur birokrasi yang seharusnya berjalan ketat. Dua provinsi yang menjadi sentra industri tembakau nasional kini berada dalam pantauan intensif tim penyidik untuk mengumpulkan bukti-bukti penguat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan penjelasan mendalam terkait perkembangan perkara ini. “Saat ini di antaranya dari Jawa Tengah, dan juga ada Jawa Timur,” ujar Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Keterangan ini mempertegas bahwa ruang lingkup investigasi mencakup wilayah-wilayah strategis produksi hasil tembakau.
Tak hanya mengincar korporasinya, tim juga tengah mendalami siapa saja aktor di balik layar yang bermain dalam pusaran kasus ini. “Tentu nanti kami akan melihat lagi, dan meminta keterangan para tersangka maupun saksi, terkait pemberian uang itu dari perusahaan rokok mana saja,” katanya menyambung penjelasan tersebut.
Langkah ini diambil agar skema pemberian suap atau gratifikasi dalam pengurusan tarif cukai bisa terpetakan secara transparan. Budi menekankan pentingnya memahami regulasi yang berlaku dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di area kerja. Hal ini krusial untuk menemukan celah hukum yang sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Kami butuh tahu mekanisme soal penerapan cukai itu seperti apa, sehingga nanti kami akan lihat prosedur bakunya maupun praktik di lapangan seperti apa. Jadi, kami akan melihat penyimpangan yang terjadi di mana terkait dengan cukai,” ujarnya mengakhiri sesi wawancara di Gedung Merah Putih.
Hingga kini, publik menanti langkah tegas selanjutnya dari KPK dalam menertibkan administrasi di sektor Bea Cukai. Keberanian mengungkap keterlibatan pemain besar di industri rokok diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memperbaiki sistem penerimaan negara dari sektor cukai yang selama ini menjadi salah satu pilar pendapatan nasional. (Sen)









