Kapolri Marah Besar! Perintahkan Usut Tuntas Kasus Brimob Aniaya Anak: Jangan Nodai Muruah Institusi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Humas Polri)

Seantero.id, JAKARTA – Sebuah insiden memprihatinkan yang melibatkan oknum aparat kembali mencuat ke permukaan. Dugaan kasus Brimob aniaya anak telah memicu gelombang kecaman luas dari masyarakat. Merespons situasi yang sangat sensitif ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo langsung mengambil langkah sigap dengan memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan tindakan hukum secara tegas dan transparan.

Kepala Korps Bhayangkara tersebut menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi personel yang bertindak sewenang-wenang, apalagi terhadap korban di bawah umur. Kasus ini menjadi prioritas utama untuk segera diselesaikan guna memastikan integritas kepolisian tetap terjaga di mata publik. Kapolri meminta tim penyidik bergerak cepat mengumpulkan bukti-bukti otentik agar perkara ini menjadi terang benderang tanpa ada yang disembunyikan.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media, Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan komitmennya untuk memberikan rasa keadilan bagi pihak korban. Beliau memastikan bahwa siapa pun yang bersalah akan menerima konsekuensi hukum yang sangat berat sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Langkah untuk usut tuntas kasus ini bukan sekadar janji manis, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral institusi kepada rakyat.

“Saya sudah perintahkan agar kasus diusut tuntas dan memastikan hukuman setimpal bagi pelaku dan menegakkan keadilan bagi keluarga korban,” kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut, Listyo Sigit tidak dapat menyembunyikan kekecewaan mendalam atas perilaku bawahannya yang sangat kontradiktif dengan tugas pokok kepolisian sebagai pelindung dan pengayom. Ia merasa bahwa tindakan kekerasan tersebut telah melukai hati masyarakat sekaligus merusak citra kesatuan yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.

“Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi. Ini jelas-jelas menodai muruah institusi Brimob yang seharusnya melindungi masyarakat,” katanya dengan nada tegas.

Saat ini, Divisi Propam bersama tim penyidik tengah melakukan pendalaman intensif di lokasi kejadian. Penanganan perkara Brimob aniaya anak ini diharapkan berjalan objektif agar kepercayaan publik tidak luntur. Dengan semangat usut tuntas, Polri berupaya membuktikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas, sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota agar selalu menjaga etika dalam bertugas. (Sen)

Share it:

Baca Juga