JK Angkat Bicara Soal Polemik Ijazah Jokowi: Tunjukkan yang Asli Agar Masalah Cepat Selesai

Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla menyambangi Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan. (sindonews.com)

Seantero.id, JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, kembali memberikan perhatian serius terhadap isu yang telah lama menyita perhatian publik. Sosok yang akrab disapa JK ini menilai bahwa polemik ijazah Jokowi seharusnya tidak perlu berlarut-larut jika ditangani dengan langkah yang tepat dan transparan. Isu mengenai keaslian dokumen pendidikan tersebut dianggap telah menguras banyak energi bangsa.

Pernyataan tegas ini muncul di tengah langkah hukum yang diambil oleh beliau untuk membersihkan namanya dari berbagai tuduhan miring. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai polemik ijazah Jokowi telah berlangsung lama dan berdampak luas terhadap masyarakat. Pernyataan itu disampaikan JK usai melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/4/2026), terkait tudingan bahwa ia mendanai gerakan tersebut.

Menurut beliau, persoalan ini sudah sangat meresahkan karena memicu perdebatan yang tidak berujung di tengah warga. “Sebenarnya kasus ini sudah berjalan dua sampai tiga tahun dan meresahkan masyarakat,” ujar JK di Jakarta. Ia juga menyoroti kerugian materiil dan immaterial yang timbul akibat masalah ini. “Ini merugikan banyak pihak, waktu terbuang, biaya besar, termasuk untuk pengacara dan hal lainnya,” tambahnya.

Efek sosial dari perdebatan ini juga menjadi sorotan tajam. Perpecahan di masyarakat dianggap sebagai dampak paling nyata yang mengganggu harmoni berbangsa. “Terjadi perpecahan, pro dan kontra di mana-mana, bahkan sampai ke televisi. Hal ini mengganggu kehidupan sosial kita sebagai bangsa,” lanjut beliau dengan nada prihatin.

Sebagai solusi, tokoh senior ini menawarkan jalan keluar yang menurutnya sangat praktis dan bisa segera mengakhiri kegaduhan. “Menurut saya, masalah ini bisa diselesaikan dengan sederhana. Pak Jokowi cukup memperlihatkan ijazah aslinya, maka selesai,” tegas JK. Beliau pun menaruh harapan besar agar ketenangan publik bisa segera kembali pulih dalam waktu dekat. “Saya berharap ini bisa selesai bulan ini,” ujarnya lagi.

Di sisi lain, beliau secara resmi membantah terlibat dalam pendanaan isu tersebut. Langkah melaporkan pihak penuduh ke polisi diambil karena fitnah yang beredar dianggap sudah keterlaluan. “Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah melakukan hal itu. Karena sudah menyebar ke mana-mana, maka saya laporkan,” ucapnya mengakhiri pembicaraan sembari memastikan bahwa seluruh bukti pendukung telah diserahkan kepada pihak berwajib. (Sen)

Share it:

Baca Juga