Seantero.id, JEMBER – Mendekati hari raya Idulfitri, geliat persiapan zakat fitrah mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Salah satu fenomena yang menonjol adalah peningkatan signifikan pada sektor penggilingan padi. Di Desa Kasiyan Timur, Puger, Kabupaten Jember, permintaan paket beras zakat tercatat mengalami kenaikan yang sangat drastis dibandingkan dengan musim mudik tahun sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh tingginya kesadaran instansi maupun perorangan untuk menyalurkan kewajiban agamanya lebih awal. Salah satu pusat penggilingan yang merasakan dampak positif ini adalah UD Maleo Sejahtera. Usaha yang berlokasi di wilayah selatan Jember ini terus memacu produksinya demi memenuhi kebutuhan pasar yang terus meroket sejak memasuki pertengahan bulan Ramadan.
Pemilik usaha tersebut mengonfirmasi bahwa lonjakan pesanan sudah mulai dirasakan sejak beberapa pekan terakhir. “Permintaan naik 50 Persen dari tahun lalu,” kata pemilik UD Maleo Sejahtera, Istivaroh di Jember, dikutip dari Kompas.com pada Senin (16/3/2026).
Menariknya, pesanan tidak hanya datang dari warga sekitar, tetapi juga merambah ke berbagai instansi besar dan organisasi profesi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kualitas produksi lokal Jember semakin menguat. Produk yang dikemas secara praktis menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin membagikan bantuan pangan secara efisien.
“Permintaan mulai dari dinas-dinas, DPR, tentara, hingga pondok pesantren dan organisasi advokat, juga toko grosir sampai pengecer,” ujar Istivaroh menjelaskan jangkauan pasarnya yang semakin luas.
Volume beras yang harus disiapkan pun tidak main-main. Untuk memenuhi komitmen dengan para pelanggan, penggilingan ini bekerja ekstra keras dalam proses pengemasan agar tepat waktu sampai ke tangan penerima. “UD Maleo Sejahtera dapat pesanan beras zakat hingga 3.000 kantong atau sekitar 50 ton,” ungkap perempuan berusia 28 tahun itu.
Melalui usaha ini, Istivaroh berharap kegiatan ekonomi ini tidak hanya sekadar transaksi bisnis, melainkan juga menjadi sarana berbagi kebaikan di bulan suci. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi inti dari peningkatan aktivitas di penggilingannya. “Semoga dengan ditunaikannya zakat bisa memperpanjang tali silaturahmi kami,” pungkasnya di lokasi usahanya di Jember. (Sen)









