Seantero.id, SOLO – Belakangan ini publik diramaikan oleh kabar burung yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Isu tersebut menyebutkan bahwa Jokowi berencana mengambil alih kepemimpinan di Partai NasDem. Tidak hanya itu, beredar pula rumor yang menyebutkan mantan Wali Kota Solo tersebut ingin membeli NasDem Tower, markas besar partai di Menteng, Jakarta Pusat.
Menanggapi hal ini, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, angkat bicara untuk meluruskan keadaan. Bestari mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Berdasarkan pertemuan di kediaman pribadi di Solo pada Senin (13/4/2026), Ketua DPP PSI tersebut menegaskan bahwa kabar pengambilalihan partai besutan Surya Paloh itu hanyalah isapan jempol belaka. Menurutnya, isu ini sengaja diembuskan oleh pihak tertentu demi kepentingan politik jangka pendek.
“Pak Jokowi bertanya, kenapa kok nama saya disebut-sebut seperti itu,” ujar Bestari di Solo, Senin (13/4/2026). Ia menambahkan bahwa setiap kali muncul dinamika besar di ruang publik, nama ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut memang kerap dikaitkan meskipun tidak memiliki keterkaitan langsung.
Sebagai sosok yang pernah berkecimpung di partai tersebut, Bestari berharap agar partai lamanya bisa tetap kokoh. “Tidak ada keinginan Pak Jokowi untuk mengambil alih Partai NasDem. Ini hanya isu yang dilontarkan pihak tertentu untuk membangun opini negatif terhadap Pak Jokowi dan Mas Gibran,” tegasnya. Ia juga mendorong agar ada langkah konkret di internal partai. “Saya sebagai mantan kader Partai NasDem berharap partai ini bisa segera melakukan konsolidasi internal,” pungkas Bestari.
Terkait desas-desus pembelian gedung mewah setinggi 21 lantai, Jokowi meresponsnya dengan santai sambil tertawa. Ia meminta masyarakat menggunakan logika terkait nilai aset yang fantastis tersebut. “Beli itu berapa triliun? Duitnya dari mana? Itu kan tower yang sangat tinggi sekali. Kelas saya UMKM,” jelas Jokowi.
Langkah Ketua DPP PSI dalam mengklarifikasi isu ini diharapkan dapat meredam spekulasi liar di tengah masyarakat. Dengan adanya penjelasan langsung dari pihak terkait, diharapkan opini publik tidak lagi terjebak pada informasi yang menyesatkan dan tidak berdasar. (Sen)









