Seantero.id, JAKARTA – Indonesia kembali menunjukkan wajah toleransinya yang luar biasa pada tahun ini. Kedekatan momentum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi sorotan utama. Pemerintah menilai fenomena ini bukan sekadar garis waktu biasa, melainkan sebuah pesan mendalam tentang harmoni dan persaudaraan antarpemeluk agama di tanah air.
Menag Nasaruddin Umar memberikan apresiasi khusus terhadap suasana damai yang tercipta. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meresapi makna di balik berdekatannya dua hari besar ini. Semangat untuk saling menghormati dan menjaga kerukunan menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada.
“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Nasaruddin dalam video pernyataannya di Kanal YouTube Resmi Kemenag RI pada Rabu (18/3/2026) di Jakarta. Nasaruddin mengatakan, perayaan Nyepi tahun ini sangat istimewa dan penuh makna karena berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Beliau menekankan bahwa momen ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ikatan sebagai sesama warga negara. “Pertemuan dua hari raya besar ini bukanlah sekedar kebetulan, melainkan simbol keagungan Tuhan yang mempertemukan kita dalam semangat Vasudhaiva Kutumbakam, satu bumi, satu keluarga,” lanjutnya.
Esensi dari Catur Brata Penyepian, seperti Amati Geni dan Amati Karya, dinilai selaras dengan semangat pengendalian diri dalam ibadah puasa. “Tidak hanya api, listrik, dan transportasi yang kita padamkan, tetapi api dalam diri, kemerahan, egoisme, dan lain-lain demi mewujudkan kedamaian dalam keluarga besar bangsa,” kata Nasaruddin menjelaskan makna mendalam dari prosesi tersebut.
Menag berharap melalui semangat satu bumi, satu keluarga, umat Hindu terus berperan aktif menciptakan keharmonisan. Dengan saling memuliakan alam dan sesama, kesejahteraan akan senantiasa melingkupi bangsa Indonesia. “Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semuanya,” tutup Nasaruddin dengan penuh harapan. (Sen)









