Seantero.id, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum untuk merefleksikan sekaligus meneguhkan semangat pendidikan nasional demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Hal itu disampaikan Mudyat Noor saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada peringatan Hardiknas di lapangan kantor Bupati PPU, Senin (4/5).
Dalam sambutannya, disebutkan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia yang dilakukan secara tulus, penuh kasih sayang, serta bertujuan menumbuhkan potensi dan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak dan peradaban, serta menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, sehat, dan bertanggung jawab,” ujar Mudyat Noor.
Ia juga menyinggung pemikiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yang meletakkan dasar pendidikan melalui sistem among yakni asah, asih, dan asuh.
Menurutnya, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, pendidikan menjadi upaya bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang kuat, unggul, dan tangguh demi mewujudkan Indonesia maju dan bermartabat.
Orang nomor 1 di PPU itu juga memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning.
“Salah satu program strategis yang dijalankan yakni pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran,” jelasnya.
Hingga 2025, revitalisasi telah dilakukan terhadap 16.167 satuan pendidikan, sementara papan interaktif digital telah didistribusikan ke lebih dari 288 ribu sekolah di Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa pendidikan bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan Diploma IV atau Strata 1.
Pemerintah juga memberikan berbagai pelatihan, mulai dari pembelajaran mendalam, kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah.
“Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan dan agen pembelajaran,” lanjutnya.
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi fokus pemerintah melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah sesuai budaya ASRI.
Program seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, Pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman terus didorong untuk membentuk karakter siswa.
Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat gerakan literasi, numerasi, STEM, dan Tes Kemampuan Akademik guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan nasional.
Di sisi lain, akses pendidikan yang inklusif dan merata juga terus diperluas melalui sekolah terbuka, pendidikan jarak jauh, hingga layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Menutup sambutannya, Mudyat menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan banyak pihak.
“Peran keluarga, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai lembaga yang memiliki komitmen dibutuhkan demi memajukan pendidikan di Indonesia,” tutupnya. (Bey)









