Seantero.id, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Di daerah DKI Jakarta, intensitas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kondisinya dapat berubah mengikuti arah kecepatan angin.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat. Dalam keterangannya mengatakan agar masyarakat dapat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak terkait.
“Yang paling penting masyarakat tidak perlu panik, tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi,” ujar Marulitua, 6 September 2026, di Jakarta.
Pihak Pemprov DKI Jakarta mengimbau warganya untuk dapat melakukan beberapa langkah sederhana dalam upaya melindungi diri dari abu vulkanik yang menyebar.
Berbeda dari debu biasa, partikel abu vulkanik sangat halus hingga dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, hingga kulit, khususnya pada kelompok rentan.
Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan warga saat abu vulkanik menyebar.
1. Menggunakan masker
Gunakan pelindung seperti masker saat beraktivitas di luar rumah. Gunakan masker yang sesuai dengan standar kesehatan, bukan yang terbuat dari kain biasa untuk dapat menyaring partikel abu.
2. Menutup pintu dan jendela
Saat abu mulai menyebar hingga area halaman rumah, disarankan untuk menutup pintu, atau jendela. Disarankan pula mematikan kipas angin atau pendingin ruangan yang dapat menarik udara dari luar jika kondisi udara di sekitar rumah terdampak.
3. Mengurangi aktivitas di luar
Kurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, atau yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
4. Menutup penyimpanan air atau makanan
Makanan atau air yang terpapar sebaran abu, sebaiknya tidak dikonsumsi karena berpotensi kurang baik untuk kesehatan.
5. Segera periksa ke dokter jika mendapat keluhan kesehatan
Warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, iritasi, dan beberapa keluhan lainnya disarankan dapat memeriksakan kesehatannya pada dokter.
Pihak Pemprov DKI Jakarta mengingatkan warga agar dapat memperoleh informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, dan BPBD. (Dd)









