Grace Natalie Dilaporkan oleh 40 Ormas Islam, Usai Kritik Ceramah JK

Seantero.id, JAKARTA – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, tengah menjadi sorotan publik, ia dilaporkan oleh 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama, terkait polemik narasi yang disertakan dalam ungahannya soal potongan video ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM perihsl konflik di Poso dan Ambon.

Tidak hanya Grace Natalie, 40 ormas tersebut juga turut melaporkan pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, dan juga Ade Armando yang baru saja mengundurkan diri dari PSI.

Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda dipolisikan dengan laporan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026.

Kabar dipolisikannya 3 orang tersebut disampaikan oleh perwakilan LBH Syarikat Islam/SEMMI, Gurun Arisastra, pada wartawan saat di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

“LBH Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dan LBH Syarikat Islam beserta LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, AFKN dan organisasi lainnya telah melaporkan yiga figur, Ade Armando, lalu Permadi Arya, dan juga Grace Natalie,” tegas Gurun.

“Ada narasi-narasi yang dibangun yang di mana ada video yang tidak utuh yang disampaikan pada publik,” jelasnya.

“Yakni video penggalan dan dibangun narasi-narasi yang mengarah kepada Perspektif atau konklusi yang tidak utuh di dalam masyarakat,” lanjut Gurun.

Diketahui, dalam akun Instagram @gracenat, pada bulan April 2026 lalu, politisi PSI yang juga Komisaris Independen BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, Grace Natalie. Mengkritik pernyataan JK saat ceramah terkait konflik Poso dan Ambon. Fokus kritiknya tertuju pada konsep “syahid” yang dinilainya telah didistrorsi oleh Jusuf Kalla.(Dd)

Share it:

Baca Juga