Gol Menit Akhir Boaz Solossa Benamkan Persiba Balikpapan

Persipura Jayapura berhasil tundukkan tuan rumah, Persiba Balikpapan, Sabtu (4/4) malam di Stadion Batakan. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, BALIKPAPAN – Stadion Batakan menjadi saksi bisu drama menyesakkan bagi Persiba Balikpapan. Menjamu Persipura Jayapura dalam lanjutan pekan ke-23 Liga 2 Pegadaian Championship, Sabtu (4/4/2026) malam, tim berjuluk Beruang Madu dipaksa menyerah 0-1 lewat gol dramatis di masa injury time.

​Kekalahan ini kian menyudutkan posisi Persiba di zona merah playoff degradasi, sementara Persipura sukses menjaga asa untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.​

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Persiba yang tampil disiplin sempat mendominasi aliran bola, namun pertahanan kokoh Mutiara Hitam sulit ditembus. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

​Memasuki babak kedua, jual beli serangan semakin intens. Kebuntuan akhirnya pecah saat Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, melakukan perjudian cerdas dengan memasukkan Boaz Solossa dan Feri Pahabol, pada menit ke-85.

​Keputusan itu terbukti ampuh. Pada menit ke-90+4, Boaz Solossa menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang Persiba, ia berhasil menyarangkan bola ke gawang yang dikawal Havidz.

​Meski sempat diprotes karena indikasi offside, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR). Skor 0-1 untuk keunggulan tamu. Persiba nyaris menyamakan kedudukan secara dramatis di detik-detik terakhir melalui skema set piece.

Sayangnya, eksekusi melengkung Kodai Nagashima hanya membentur tiang gawang, sekaligus memastikan poin penuh dibawa pulang ke Jayapura.

​Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, kalah di menit-menit akhir adalah skenario terburuk bagi tim yang telah bermain disiplin sepanjang laga.

​”Hasil ini sangat menyakitkan. Kehilangan poin di menit akhir itu sulit diterima, apalagi para pemain sudah berjuang luar biasa. Inilah sepak bola; jika Anda tidak memanfaatkan peluang, lawan yang akan menghukum Anda,” ucap Leo usai laga.

​Leo juga menyoroti faktor kebugaran pemain yang menurun di akhir laga, yang berujung pada hilangnya fokus saat mengantisipasi umpan silang lawan.

Dengan hanya mengantongi 17 poin, Persiba kini berada di ujung tanduk. Leonard menegaskan akan melakukan evaluasi total guna menghadapi empat laga tersisa.

​”Kami tidak boleh kehilangan poin lagi. Fokus dan konsentrasi di menit akhir adalah harga mati jika ingin tetap bertahan di Liga 2,” tegas Leo.

Sementara itu, Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mempersembahkan kemenangan krusial ini untuk masyarakat Papua yang setia mendukung lewat doa maupun gelaran nonton bareng (nobar).

​”Kemenangan di menit akhir ini patut disyukuri. Selamat untuk para pemain, dan terima kasih untuk masyarakat Papua serta suporter Persipura. Saya tahu energi mereka sampai ke sini,” ucapnya.

​Meski menang, RD, biasa disapa mengakui bahwa Persiba memberikan perlawanan yang luar biasa lantaran motivasi mereka untuk keluar dari zona playoff degradasi. (Bey)

Share it:

Baca Juga