Seantero.id, SPANYOL – Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 12 Agustus 2026, membuat banyak warga Spanyol merasa takjub dengan fenomena astronomi langka tersebut.
Di negara Spanyol, Gerhana Matahari Total tersebut menjadikan langit berubah menjadi gelap gulita beberapa waktu saat siang hari.
Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tersebut menjadi yang pertamakali yang terjadi di wilayah daratan utama Spanyol dalam lebih dari 1 abad terakhir. Fenomena langka yang terjadi menciptakan suasana mencekam sekaligus memukau.
Penampakan pendar cahaya dari korona Matahari, yakni lapisan luar Matahari tamang berkilau di balik bayangan bulan, membuat beberapa masyarakat setempat menangis haru.
Pemandangan unik tersebut terjadi 90 menit pasca bayangan gerhana pertama kali melintas wilayah terpencil Arktik di Rusia Utara.
Seorang peneliti nanosains yang menyaksikan pemandangan tersebut, Alejandro Cuesta. Mengaku tak kuasa nyaris meneteskan air matanya, dan membuat tubuhnya bergetar merasa takjub.
“Luar biasa, saya hampir meneteskan air mata, seluruh tubuh saya merinding,” ungkapnya.
“Ini sangat megah, hal terindah yang pernah saya lihat,” tuturnya.
Diketahui, Gerhana Matahari Total yang terjadi 12 Agustus 2026 tersebut menjadi yang pertama di daratan Eropa sejak tahun 2006. Sayangnya fenomena langka dimaksud tidak dapat disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia. (Dd)









