Seantero.id, JAKARTA – Di tengah dinamika politik nasional, komitmen untuk menjaga stabilitas negara menjadi prioritas utama. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menyatakan bahwa seluruh jajaran kabinet saat ini sedang berkonsentrasi penuh dalam menjalankan roda pembangunan. Ia menekankan pentingnya persatuan nasional agar program-program strategis yang menyentuh kepentingan publik tidak terhambat oleh kegaduhan politik yang tidak perlu.
Menurut sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPP ini, tantangan global yang semakin kompleks menuntut pemerintah untuk bergerak cepat. Ketidakpastian ekonomi dunia mengharuskan Indonesia memiliki pondasi internal yang kuat dan solid. Oleh sebab itu, segala bentuk upaya yang bersifat destruktif terhadap jalannya birokrasi harus dihindari demi menjaga kepercayaan masyarakat dan investor.
Pernyataan tegas ini disampaikan pasca pertemuan penting di lingkungan kepresidenan. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono menegaskan, akan bekerja maksimal untuk bangsa dan negara. Dengan kondisi yang penuh ketidakpastian global seperti sekarang, pemerintah akan bekerja sebaik mungkin demi kepentingan rakyat. Hal itu disampaikan Mardiono usai menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah mewujudkan kemakmuran sesuai amanat konstitusi. “Saya siap untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Karena saat ini kita semua sedang bekerja untuk rakyat dan negara,” tuturnya. Mardiono juga menyoroti bahaya informasi hoaks di era digital yang berpotensi memecah belah bangsa.
Secara spesifik, ia mengingatkan agar semua pihak menghormati proses demokrasi yang telah berjalan. “Tidak ada ruang bagi upaya-upaya yang ingin melemahkan atau menjatuhkan pemerintah yang sah. Pemerintahan ini dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan sedang menjalankan amanat undang-undang,” jelasnya di Jakarta.
Lebih lanjut, ia mengajak para elit politik dan masyarakat untuk tidak menghabiskan energi pada hal yang sia-sia. Baginya, dukungan terhadap kepemimpinan saat ini adalah kunci untuk menghadapi situasi dunia yang sedang tidak menentu. “Di tengah situasi dunia yang tidak baik-baik saja, kita harus bergandeng tangan, bersatu padu. Energi bangsa ini harus difokuskan untuk keberhasilan pembangunan dan kemakmuran rakyat,” tandasnya. (Sen)









