Seantero.id, PENAJAM – Sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama atau kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini masih belum terisi. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU memastikan dalam waktu dekat akan membuka seleksi terbuka (open bidding) untuk mengisi kekosongan tersebut.
Sekretaris BKPSDM PPU, Nurwati, mengungkapkan proses administrasi untuk pelaksanaan seleksi saat ini tengah berjalan. Pihaknya juga telah mengajukan pembentukan panitia seleksi (pansel) dan tinggal menunggu persetujuan dari instansi terkait.
“Dalam beberapa hari ini kami sudah berproses secara administrasi untuk melaksanakan seleksi terbuka. Insyaallah dalam waktu dekat akan kita laksanakan,” ujarnya, Rabu (22/4) saat ditemui di kantor Bupati PPU.
Ia menyebut, terdapat lima organisasi perangkat daerah (OPD) yang membutuhkan pejabat definitif di posisi kepala dinas, di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang).
Nurwati menjelaskan, seleksi terbuka ini diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini menjabat di level eselon III. Mereka yang memenuhi syarat dipersilakan mengikuti proses seleksi untuk promosi ke jabatan eselon II.
“Ini kesempatan bagi ASN yang sudah eselon III, baik sekretaris, kepala bidang maupun kepala bagian, untuk ikut berkompetisi dalam seleksi terbuka,” jelasnya.
Dalam mekanismenya, setiap jabatan yang dilelang minimal diikuti oleh tiga peserta yang lolos seleksi administrasi. Namun, BKPSDM PPU tetap terbuka jika pelamar yang mendaftar lebih dari kuota minimal.
“Meski ada keterbatasan anggaran, kita tetap menerima berapapun peserta yang mendaftar, jadi tidak ada batasan peserta,” terangnya.
Nurwati juga membuka peluang bagi peserta dari luar daerah untuk mengikuti seleksi, namun hal itu tetap bergantung pada kebijakan kepala daerah.
“Secara aturan memungkinkan, tapi itu tergantung kewenangan Bupati apakah dibuka untuk umum atau hanya lingkup tertentu, misalnya se-Kalimantan Timur,” kata Nurwati.
Untuk pelaksanaan seleksi, kemungkinan besar akan digelar di Balikpapan, mengingat fasilitas yang lebih memadai serta kebutuhan panitia seleksi yang berasal dari berbagai unsur, termasuk dari pusat.
“Biasanya pansel meminta lokasi yang fasilitasnya lengkap. Kalau memungkinkan di Penajam tentu kita laksanakan di sini, tapi sementara opsi di Balikpapan,” bebernya.
Ia menambahkan, seleksi kali ini berbeda dengan uji kompetensi jabatan (job fit) sebelumnya. Jika job fit diperuntukkan bagi pejabat eselon II yang sudah menjabat, maka seleksi terbuka ini menjadi ajang promosi bagi pejabat eselon III.
“Ini benar-benar untuk menjaring pejabat baru yang akan mengisi posisi eselon II. Jadi promosi dari bawah,” tegasnya.
BKPSDM PPU menargetkan pelaksanaan seleksi dapat dimulai pada Mei 2026, menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), terutama karena saat ini pemerintah tengah bertransisi menuju sistem manajemen talenta.
“Kalau sudah masuk manajemen talenta, mekanismenya berbeda. Jadi kemungkinan ini menjadi salah satu seleksi terbuka terakhir sebelum sistem itu berjalan penuh,” jelas Nurwati.
Ia berharap semakin banyak ASN yang memenuhi syarat dapat berpartisipasi dalam seleksi tersebut, sehingga kekosongan jabatan strategis di lingkungan Pemkab PPU segera terisi.
“Kami harap teman-teman ASN yang memenuhi kriteria bisa ikut. Ini kesempatan untuk berkarier dan berkontribusi lebih besar bagi daerah,” pungkasnya. (Bey)









