Empat Hari Tersesat di Hutan ITCI-KU, Pemburu Asal Telemow Ditemukan Selamat

Pencarian korban tersesat di Hutan ITCI-KU Telemow. (BPBD PPU)

Seantero.id, PENAJAM – Tim gabungan akhirnya menemukan Rafik (40), warga RT 11 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, yang dilaporkan hilang saat berburu di kawasan hutan areal PT International Timber Corporation Indonesia Kartika Utama (ITCI-KU).

Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis (28/5/2026) setelah menjalani pencarian selama empat hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila, mengatakan korban ditemukan saat berjalan keluar dari dalam hutan menuju Posko Camp 41.

“Alhamdulillah, korban sudah kami temukan dengan kondisi selamat dan sehat, tanpa mengalami cedera,” ujar Nurlaila.

Setelah ditemukan, korban langsung diantar pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu bermula pada Sabtu (23/5/2026) saat ia bersama rekannya bernama Dewa masuk ke kawasan hutan untuk memasang jerat hewan.

Namun saat berada di dalam hutan, keduanya terpisah sehingga Rafik kehilangan arah dan tidak dapat menemukan jalan pulang.

“Korban menceritakan, pada Sabtu sore itu korban bersama temannya pergi menjerat hewan di kawasan KM 41 areal HPH PT ITCI-KU. Korban kemudian nyasar dan terpisah dari temannya hingga tersesat di tengah hutan,” jelas Nurlaila.

Teman korban yang menyadari Rafik hilang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga pada Minggu malam (24/5/2026). Upaya pencarian secara mandiri sempat dilakukan keluarga dan warga, namun tidak membuahkan hasil.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian sejak Selasa (26/5/2026) dengan menyisir kawasan hutan menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, dan berjalan kaki.

Pada hari keempat pencarian, tim menemukan sejumlah petunjuk berupa bungkus mi instan dan bungkus rokok yang kemudian diakui korban sebagai lokasi tempatnya bertahan hidup selama dua hari.

“Korban mengaku lokasi tersebut merupakan tempatnya beristirahat selama dua hari. Pada hari ketiga korban mulai bergerak mencari jalan keluar dari dalam hutan,” kata Nurlaila.

Tak lama setelah area pencarian diperluas sekitar 500 meter dari lokasi temuan tersebut, tim akhirnya berhasil menemukan korban.

Nurlaila mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Usaha Tim Pencarian Gabungan tidak sia-sia karena korban telah kami temukan dengan selamat setelah dilaksanakan pencarian selama empat hari. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berburu maupun pemasangan jerat di kawasan hutan yang menjadi area operasional perusahaan.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki pengawasan ketat dan akses masuknya terbatas sehingga aktivitas di luar ketentuan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan maupun konsekuensi hukum.

“Kami mengimbau masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas di kawasan tersebut di luar aktivitas yang telah diizinkan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga