Seantero.id, KUKAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser. Salah satu fokus utama adalah kemungkinan pengurangan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.
Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar terkait kesiapan teknis maupun kebijakan. Menurutnya, Dispora memegang peran penting dalam proses pendataan dan penentuan cabor yang akan diikuti.
“Saat ini pendataan masih berjalan untuk memastikan cabor mana saja yang aktif dan siap berpartisipasi,” ujarnya, Kamis (23/4).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat kerja sebelumnya di Paser, terdapat 64 cabang olahraga yang direncanakan akan dipertandingkan, diikuti oleh 10 kabupaten/kota, tanpa keikutsertaan Mahakam Ulu.
Meski demikian, angka tersebut belum bersifat final. Evaluasi lanjutan dari tingkat provinsi masih berlangsung, terutama terkait penyesuaian kelas pertandingan yang berpotensi memengaruhi jumlah atlet yang diturunkan.
“Bisa saja ada pengurangan kelas tanding. Itu tentu berdampak pada kekuatan tiap daerah, termasuk jumlah atlet yang diberangkatkan,” jelasnya.
Chairil menambahkan, aspek anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan jumlah cabor maupun atlet. Kondisi keuangan daerah yang terbatas membuat sejumlah kabupaten/kota harus menyesuaikan partisipasinya.
Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya dialami Kukar, tetapi juga hampir seluruh daerah peserta Porprov.
“Beberapa daerah bahkan belum memiliki anggaran dan masih menunggu perubahan. Jadi kondisi ini relatif merata,” pungkasnya. (Bey)









