Seantero.id, SAMARINDA – DPRD Samarinda mendorong PDAM Tirta Kencana untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah capaian pendapatan perusahaan daerah yang mengalami peningkatan.
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama jajaran direksi PDAM sekaligus meninjau langsung instalasi pengelolaan air milik perusahaan daerah tersebut.
Menurutnya, peningkatan pendapatan PDAM harus sejalan dengan optimalisasi pelayanan publik kepada masyarakat.
“Pendapatan memang mengalami peningkatan dan itu patut diapresiasi. Namun, pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi fokus utama,” kata Rohim, Kamis (30/4).
Ia menjelaskan, saat ini cakupan layanan PDAM Tirta Kencana disebut telah mencapai sekitar 84 persen rumah tangga di Samarinda. Meski demikian, DPRD masih meminta data detail mengenai wilayah yang belum mendapatkan layanan maksimal.
Data tersebut dinilai penting untuk menentukan daerah prioritas pengembangan jaringan air bersih, terutama di kawasan yang masih sering dikeluhkan masyarakat.
Rohim juga menyoroti distribusi air yang belum stabil di sejumlah wilayah. Menurutnya, masih terdapat pelanggan yang sudah memiliki sambungan rumah tetapi aliran air tidak berjalan optimal.
“Masih ada warga yang mengeluhkan air tidak lancar, bahkan kadang hanya angin yang keluar dari pipa. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Selain pemerataan distribusi, DPRD turut meminta PDAM memperluas layanan ke kawasan pinggiran kota dan daerah dengan kondisi geografis yang lebih tinggi. Ia menilai percepatan cakupan layanan perlu dilakukan agar target pelayanan menyeluruh tidak terlalu lama dicapai.
“Kami berharap perluasan layanan bisa dipercepat, tidak harus menunggu sampai 2029,” tuturnya.
Di sisi lain, Rohim mengakui PDAM menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya operasional akibat inflasi dan kenaikan harga bahan baku, termasuk bahan bakar industri.
Meski begitu, ia berharap kondisi tersebut tidak berdampak pada kenaikan tarif air yang dibebankan kepada masyarakat.
Menurutnya, dengan capaian pendapatan daerah yang meningkat signifikan, kualitas layanan seharusnya juga dapat terus diperbaiki tanpa menambah beban pelanggan.
Rohim menambahkan, target kontribusi PDAM terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 juga mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
“Peningkatan target pendapatan tentu baik, tetapi kepuasan masyarakat tetap harus menjadi ukuran utama,” pungkasnya. (Bey)









