Seantero.id, BOGOR – Suasana tenang di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, berubah menjadi ruang diskusi yang penuh gagasan pada Selasa malam hingga Rabu dini hari. Kepala Negara mengundang sejumlah tokoh penting, mulai dari jurnalis senior hingga pakar ekonomi, untuk membedah berbagai isu krusial yang tengah dihadapi Indonesia.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan upaya pemerintah untuk menyerap aspirasi dan memberikan penjelasan mendalam mengenai kebijakan strategis dalam negeri. Dengan format meja bundar yang inklusif, diskusi ini mencerminkan keterbukaan pemerintah dalam menerima masukan dari berbagai sudut pandang ahli.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan wadah untuk merespons dinamika global yang kian kompleks. “Presiden melangsungkan diskusi dan wawancara bersama sejumlah jurnalis, pengamat, dan pakar mengenai isu-isu terkini guna merespons dinamika geopolitik global dan perkembangan kebijakan strategis dalam negeri. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai arah pemerintah dalam menghadapi tantangan dan menjawab berbagai pertanyaan penting yang menjadi perbincangan publik,” ungkap Angga Raka Prabowo di Jakarta pada Rabu (18/3/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung maraton sejak pukul 19.00 hingga 01.30 WIB tersebut, terlihat beberapa wajah familiar di dunia penyiaran dan akademik. Presiden Prabowo tampak duduk diapit oleh Retno Pinasti dan Hasan Nasbi. Hadir pula ekonom terkemuka Muhammad Chatib Basri, Najwa Shihab, Rizal Mallarangeng, hingga Mardigu Wowiek Prasantyo.
Kehadiran para tokoh lintas disiplin ini diharapkan mampu menularkan semangat optimisme nasional kepada masyarakat luas. Angga menambahkan bahwa hasil dialog di Hambalang tersebut bertujuan untuk memperkuat fondasi transformasi bangsa. “Presiden turut berkomitmen penuh untuk memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa, sekaligus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun negeri,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap langkah besar yang diambil telah melalui pertimbangan matang bersama para ahli. Sinergi yang kuat antara pembuat kebijakan dan pengamat profesional menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan. (Sen)









