Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SD 008 Waru Dilarikan ke Puskesmas

Siswa SDN 008 Waru saat dirawat di Puskesmas usai diduga keracunan MBG. (Berby/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Insiden Makan Bergizi Gratis (MBG) program Presiden RI, Prabowo Subianto, di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berujung petaka. Hal ini diduga akibat terjadinya keracunan massal yang menimpa SDN 008 Waru.

Keracunan tersebut terjadi setelah para siswa menyantap menu MBG yang disajikan. Diantaranya yakni Nasi Putih, Telur Kecap, Tahu Goreng, Tumis Labu Siam Wortel, Puding Susu Buah.

Herma (30), salah seorang wali murid, mengaku anaknya mengalami muntah tak lama setelah menyantap puding susu buah.

“Habis makan puding, katanya langsung muntah. Perutnya sakit, pusing dan sempat lemas,” ujar Herma saat ditemui di Puskesmas Waru, Rabu (11/2).

Ia memastikan anaknya tidak memiliki riwayat penyakit maupun alergi makanan. “Tidak ada riwayat penyakit, alergi obat atau makanan juga tidak ada. Sebelumnya tidak pernah seperti ini,” katanya.

Menurut Herma, anaknya sempat terlihat hampir pingsan karena lemas dan pusing. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Senada dengan Herma, Maryam (35) yang juga wali murid mengungkapkan hal serupa. Anaknya yang duduk di bangku kelas 6 SD lunglai tak berdaya usai menyantap puding buah yang diduga sumber dari keracunan massal ini.

“Pudingnya kata anak saya kurang enak, rasanya seperti basi, biasanya MBGnya aman aja, tapi kali ini berbeda,” tuturnya.

Meski demikian, anaknya tidak sampai mendapatkan perawatan intensif. Hanya diberikan beberapa obat untuk keluhannya dan diarahkan beristirahat di rumah.

“Tidak sampai dirawat, tidak diinfus, cuma diberi obat mual muntah sama obat maag saja,” bebernya.

Kepala Puskesmas Waru, Rohani, membenarkan pihaknya menerima laporan adanya siswa muntah-muntah pada pagi hari.

Awalnya dilaporkan lima anak mengalami gejala, namun jumlahnya bertambah saat para siswa dibawa ke puskesmas.

“Awalnya informasi yang masuk sekitar lima anak muntah. Setelah sampai di sini, total yang datang menjadi 24 lebih, dengan keluhan muntah, sakit perut, dan pusing,” jelas Rohani.

Dokter jaga Puskesmas Waru, dr. Dian, mengatakan tim medis segera melakukan pemeriksaan dan pemberian obat kepada siswa yang datang.

“Kami periksa, berikan obat, lalu observasi. Ada beberapa anak yang lemas sehingga perlu infus,” ungkapnya.

Meski sebagian besar kasus diduga mengarah pada keracunan makanan, pihak puskesmas belum dapat memastikan sumber pasti penyebabnya.

“Kami mendapat kabar ada anak-anak muntah, namun untuk memastikan penyebabnya perlu pemeriksaan lebih lanjut,” tambah dr. Dian.

Sementara itu, sampel makanan dan muntahan siswa telah diamankan untuk diuji di laboratorium guna memastikan faktor pemicu kejadian. Hingga saat ini, kondisi siswa dilaporkan berangsur membaik dan masih dalam pemantauan. (Bey)

Share it:

Baca Juga