Seantero.id, SOLO – Persiba Balikpapan kembali menelan pil pahit dalam misi menyelamatkan diri dari ancaman degradasi. Melakoni laga tandang Pekan ke-24 Grup B Liga 2 Pegadaian Championship, skuat Beruang Madu luluh lantak di tangan tuan rumah Kendal Tornado FC dengan skor telak 3-0, Minggu (12/4) malam.
Bertanding di Stadion Sriwedari, Solo, lini pertahanan Persiba gagal membendung agresivitas lini depan Kendal. Patrick Cruz menjadi momok utama dengan torehan dua gol (brace) pada menit ke-45 dan 71. Satu gol tambahan dari Muhammad Ragil di menit ke-52 semakin memperdalam luka tim tamu.
Kekalahan ini memicu kekecewaan mendalam di kubu manajerial. Asisten Pelatih Persiba, Gunawan Dwi Cahyo, tak segan menunjuk hidung kurangnya konsentrasi sebagai biang keladi kekalahan memalukan tersebut.
“Kami sangat kecewa. Pemain banyak kehilangan fokus di momen krusial, dan di level ini, kesalahan sedikit saja langsung dihukum gol oleh lawan,” ucap Gunawan, usai pertandingan.
Ia menegaskan perlunya perombakan mental dan evaluasi teknis segera. “Kita harus perbaiki kesalahan-kesalahan yang tidak perlu ini jika masih ingin bersaing,” tambahnya.
Nada serupa datang dari penggawa Persiba, Lorensius Amanat Sabda. Ia mengakui bahwa jalan menuju zona aman kini semakin terjal dan menuntut konsistensi penuh sepanjang 90 menit.
“Perjuangan kami untuk poin berikutnya tidak akan mudah. Kami harus belajar dari kesalahan-kesalahan kecil yang berakibat fatal ini. Fokus dari awal sampai akhir pertandingan adalah harga mati,” tegas Sabda.
Hasil minor di Solo ini memaku posisi tim kebanggaan masyarakat Balikpapan tersebut di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin. Gelar Selicin Minyak yang dulu melekat seolah sirna melihat performa tim yang kian sulit keluar dari tekanan. Persiba kini terpaut selisih tiga angka dari PSIS Semarang yang menduduki batas zona aman. (Bey)









