Debut John Herdman di FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis Jadi Ujian Perdana Skuad Garuda

John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia (Instagram @garudlegend)

Seantero.id, JAKARTA – Antusiasme pecinta sepak bola tanah air kembali membuncah. Era baru Timnas Indonesia segera dimulai. Ya, tim berjulukan Skuad Garuda pimpinan John Herdman itu akan berkancah di FIFA Series 2026, turnamen pertama pada tahun ini. Laga perdana yang mempertemukan Indonesia vs Saint Kitts and Nevis ini diprediksi akan menjadi tonggak awal transformasi permainan pasukan merah putih di bawah kendali arsitek baru.

Bagi John Herdman, FIFA Series 2026 bakal menjadi debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia setelah ditunjuk oleh PSSI pada Januari 2026 sebagai pengganti Patrick Kluivert. FIFA Series 2026 menjadi rangkaian pembentukan awal Timnas Indonesia untuk kembali mencoba menembus Piala Dunia pada 2030, target utama yang telah ditetapkan oleh John Herdman. Pelatih asal Inggris ini membawa visi besar untuk mengubah mentalitas dan budaya kerja di dalam tim nasional agar lebih kompetitif di level global.

Dikutip dari Bola.com, meski mengincar hasil maksimal di lapangan, Herdman menekankan bahwa proses adaptasi internal juga menjadi prioritas. “Kami memang ingin menang, itu yang terpenting. Namun kami juga sudah meraih banyak ‘kemenangan’ minggu ini,” ujar John Herdman dalam sesi konferensi pers di Jakarta pada Jumat (27/3/2026). Ia menambahkan bahwa fokusnya saat ini adalah membangun fondasi tim yang solid.

“Seperti membangun budaya profesional baru, menyatukan staf lokal dan internasional, serta beradaptasi dengan lingkungan baru. Sepak bola internasional adalah proses bertahap. Target besar kami adalah lolos ke Piala Dunia 2030,” jelas mantan pelatih timnas Kanada tersebut. Dalam persiapan menghadapi FIFA Series 2026, John Herdman awalnya memanggil 41 pemain, namun kemudian mengerucutkannya menjadi 24 nama, sebelum akhirnya berkurang menjadi 23 personel setelah Dean James berhalangan bergabung.

Sederet pemain yang berkarier di luar negeri (abroad) tetap menjadi tumpuan utama, seperti Jay Idzes, Ole Romeny, Kevin Diks, Justin Hubner, Emil Audero, Maarten Paes, hingga Calvin Verdonk. Namun, Herdman juga berani memberikan panggung bagi talenta muda liga domestik, yakni Dony Tri Pamungkas dari Persija Jakarta dan Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta.

“Penting untuk selalu memasukkan pemain muda ke dalam tim. Saya selalu mencoba menjaga keseimbangan antara pemain senior, pemain usia puncak, pemain berkembang, dan pemain muda yang baru muncul,” terang John Herdman. Baginya, kualitas di lapangan jauh lebih penting daripada angka di kartu identitas. “Jika Anda cukup bagus, maka usia bukan masalah. Saya sudah melihat Dony Tri beberapa kali secara langsung, dan setiap kali saya melihat potensi baru darinya,” ucapnya mengakhiri pembicaraan.

Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts and Nevis diharapkan menjadi awal yang indah bagi perjalanan panjang Skuad Garuda menuju pentas dunia. (Sen)

Share it:

Baca Juga