Data Pengangguran PPU Berbeda, Disnakertrans Sebut Dipengaruhi Metode Pendataan

Kabid Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten PPU, Eko Yulianto. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Perbedaan data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 2025 menjadi sorotan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran lebih tinggi dibandingkan data yang dimiliki Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU.

Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran di PPU pada 2025 mencapai 5.073 orang atau sebesar 4,26 persen. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 2024 yang tercatat 3.293 orang atau 2,05 persen.

Sementara itu, Disnakertrans PPU mencatat jumlah pencari kerja usia produktif pada Desember 2025 sebanyak 2.327 orang, naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1.912 orang.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, mengatakan perbedaan angka tersebut dipengaruhi metode pengumpulan data yang digunakan masing-masing instansi.

“Metode pengambilan data BPS itu sampling, sedangkan versi Disnaker kami bersurat langsung ke desa dan kelurahan untuk mendapatkan data riil. Namun, dalam forum Musrenbang, kami sepakat menggunakan data BPS sebagai acuan satu data,” ujar Eko, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, peningkatan angka pengangguran di Benuo Taka didominasi lulusan baru SMA maupun perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja atau tidak melanjutkan pendidikan.

Selain itu, tingginya arus perpindahan penduduk ke PPU serta kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) turut memengaruhi kenaikan jumlah pengangguran.

“Penyumbang paling dominan itu lulusan sekolah, baik SMA maupun S1 yang belum mendapatkan pekerjaan atau bekerja namun tidak sesuai dengan jurusannya,” katanya.

Di tengah tingginya angka pengangguran, Disnakertrans justru menilai minat masyarakat terhadap lowongan kerja masih rendah. Hal itu terlihat dari pelaksanaan job fair tahun lalu.

Dari 1.105 lowongan kerja yang tersedia, jumlah pendaftar hanya mencapai 383 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 210 pencari kerja dinyatakan diterima bekerja.

“Padahal kalau 1.000 lowongan itu terisi semua, tentu bisa mengurangi angka pengangguran kita secara signifikan. Tapi kenyataannya, animo dari para pencari kerja masih kurang,” ungkap Eko.

Berdasarkan data BPS, angka pengangguran di PPU terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebanyak 2.128 orang, kemudian naik menjadi 3.293 orang pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 5.073 orang pada 2025.

Sedangkan data Disnakertrans PPU mencatat jumlah pengangguran atau pencari kerja sebanyak 2.128 orang pada 2023, kemudian 1.912 orang pada 2024, dan meningkat menjadi 2.327 orang pada 2025. (Bey)

Share it:

Baca Juga