JAKARTA – Babulu akan menjadi titik tolak lompatan pertanian modern di Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah kabupaten ini baru saja mengamankan investasi senilai Rp 300 miliar dari perusahaan asal Korea Selatan, PT Informasi Geo Sistem (IGS), untuk mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi.
Kerja sama itu ditegaskan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding antara Bupati PPU Mudyat Noor dan Vice President PT IGS Jason Byun di Jakarta, Rabu (11/6).
Proyek ini menjadi bagian dari hibah Pemerintah Korea yang disalurkan lewat Kementerian Pertanian RI. Fokusnya bukan hanya pada pengolahan lahan, tetapi membangun sistem pertanian cerdas yang mampu menjawab tantangan geografi seperti tanah asam dan kadar besi tinggi. Kondisi ini umum ditemukan di wilayah PPU.
“Ini merupakan komitmen kami untuk memajukan pertanian sebagai sektor strategis di PPU,” kata Mudyat.
Babulu dan Desa Sidorejo di Kecamatan Penajam akan menjadi dua wilayah awal pengembangan. Empat komponen utama yang akan dikembangkan adalah infrastruktur pertanian, rantai pasok, sistem smart farming, dan pelatihan petani lokal.
Jason Byun menegaskan bahwa proyek ini adalah bentuk keterlibatan Korea Selatan dalam mendorong pembangunan berbasis desa. Selain pertanian, kerja sama juga bisa meluas ke sektor pengairan dan wisata desa.
Bupati Mudyat berharap investasi ini menjadi awal dari transformasi pertanian PPU menjadi lebih mandiri, modern, dan menjadi penopang nyata bagi ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara. (Adv/Diskominfo PPU)









