Seantero.id, JAKARTA – Upaya Indonesia memperkuat kemandirian sektor transportasi darat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini secara aktif mendorong peningkatan kemampuan teknik rekayasa atau engineering nasional dalam perkeretaapian, baik pada mesin maupun gerbongnya. Harapannya, melalui investasi engineering, proses alih teknologi di bidang ini dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026), Kepala BRIN Arif Satria mencontohkan sudah ada pengembangan material seperti bantalan rel berbasis karet yang telah melalui berbagai pengujian teknis. “Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keselamatan operasional kereta api,” kata dia dilansir Antara.
Selain fokus pada komponen mesin, BRIN juga memberikan perhatian khusus pada aspek prasarana. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan sistem pemantauan kesehatan struktur (Structural Health Monitoring System) untuk jembatan kereta api. Teknologi ini menjadi krusial mengingat banyaknya infrastruktur jembatan lama yang masih beroperasi di berbagai jalur kereta.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, Arif menuturkan riset juga mencakup dimensi kelembagaan dan operasional. BRIN, misalnya, turut mengembangkan kajian manajemen dan integrasi sistem transportasi, termasuk di kawasan perkotaan. “Ini bisa menjadi salah satu aspek bagi rencana kita untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur maupun industri kereta api,” ujar Arif.
Sejalan dengan agenda riset tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian kini diprioritaskan di luar Pulau Jawa. Langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
“Kami ingin memastikan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing,” tegas AHY.
Sinergi antara riset teknologi dari BRIN dan langkah konkret pemerintah dalam pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih modern, efisien, serta aman. Ke depannya, kemandirian teknologi kereta api nasional diproyeksikan mampu menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus penggerak roda ekonomi yang lebih merata di seluruh pelosok Indonesia. (Sen)









