Seantero.id, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah memfokuskan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi selama musim kemarau 2026, yang diprediksi bersamaan dengan fenomena El Nino.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani. Menerangkan pengawasan titik api diperketat di 6 provinsi di Indonesia seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Jadi ada enam provinsi yang kita fokuskan sekarang, yang kita jaga agar karhutla ini dapat bisa kita kendalikan,” ungkap Teuku Faisal Fathani di Senayan, Jakarta Pusat, 23 Mei 2026.
“Mulai dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan. Kemudian untuk Kalimantan ada tiga provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat,” lanjutnya.
Faisal menyebut salah satu strategi yang dilakukan pihaknya adalah melalui operasi modifikasi cuaca di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut.
Upaya modifikasi cuaca tersebut dilakukan dengan ‘menjenuhkan’ wilayah yang diprediksi mulai mengering agar sulit terbakar.
Namun demikian ia menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan yang dapat disemai, jika tida ada maka intervensi cuaca tersebut tidak dapat dilakukan.
Pihak BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 ini berpotensi lebih kering dan panjang. Adapun puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Agustus hingga September, dan dinilai meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.(Dd)









