BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah, Buntut 730 Santri Diduga Keracunan MBG

Ilustrasi menu MBG (Instagram)

Seantero.id, SIDOARJO – Usai terjadinya insiden dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo yang memakan korban cukup banyak, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas.

BGN mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Rafli Ridho, yang dinilai lalai dalam menangani program MBG di wilayahnya.

Pencopotan Kepala SPPG tersebut sebagai bagian dari sanksi yang dijatuhkan BGN pasca melakukan penelusuran insiden dugaan keracunan penerima MBG.

Selain itu, pihak BGN juga menjatuhkan sanksi suspend berat selama 1 bulan terhadap SPPG Kalitengah.

Wakil Kepala BGN Trenggono, dalam keterangannya mengatakan selain menghentikan operasional dapur, pihaknya mencopot Kepala Dapur karena dianggap telah lalai dan tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan.

“Jadi dia sudah tidak bisa lagi menangani dapur karena kelalaian ataupun ketidakpatuhan terhadap SOP, itu kan tanggung jawab Kepala Dapur,” ujar Trenggono, 4 September 2026.

Namun demikian saat ini pihaknya belum memberikan sanksi terhadap Pemilik Dapur dan baru ditujukan pada SPPG dan Kepala Dapur.

“Bukan pemilik SP, tetapi Kepala Dapur yang dicopot, begitu kejadian dapurnya tidak dioperasionalkan, dan Kepala Dapurnya dicopot,” jelasnya.

Diketahui, tercatat 730 santri dan santriwati di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan MBG pada 1 September 2026, para korban mengalami beberapa gejala seperti pusing, lemas, mual hingga kemudian dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat penanganan dari tim medis. (Dd)

Share it:

Baca Juga