Baznas Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Disabilitas, Perkuat Indikator Kesejahteraan Masyarakat

Baznas (baznas.go.id)

Seantero.id, BANDUNG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus memperluas jangkauan manfaat dana zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, fokus utama tertuju pada pemberian layanan kesehatan gratis bagi penyandang disabilitas di wilayah Bandung. Program ini hadir sebagai solusi nyata bagi kelompok rentan yang sering kali menghadapi hambatan dalam mengakses fasilitas medis yang memadai.

Melalui inisiatif ini, para difabel dapat menikmati berbagai fasilitas pemeriksaan medis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Langkah tersebut diambil karena kesehatan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dengan terjaminnya kondisi fisik, diharapkan para penerima manfaat dapat lebih produktif dan mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Deputi II Baznas RI, Imdadun Rahmat, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata transparansi penyaluran dana umat. “Ini juga menjadi bentuk keberpihakan kami kepada kaum rentan, seperti penyandang disabilitas. Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan para muzaki kami jaga amanahnya untuk diberikan kepada delapan asnaf yang berhak, termasuk penyandang disabilitas,” kata Imdadun Rahmat dalam keterangan di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, akses medis yang inklusif merupakan hak dasar yang harus dirasakan oleh semua warga negara tanpa terkecuali. Baznas berkomitmen untuk menghapus sekat-sekat kesulitan yang selama ini dialami oleh kaum difabel di daerah. “Kami ingin para penyandang disabilitas ini juga memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya, yakni dapat mengakses layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau. Layanan kesehatan gratis ini berasal dari dana umat dan harus kembali untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Selain memberikan pelayanan langsung, program ini juga menjadi salah satu parameter dalam mengukur keberhasilan penyaluran bantuan sosial. Indikator kesejahteraan suatu daerah sangat bergantung pada sejauh mana standar kesehatan warganya terjaga dengan baik.

“Indikator peningkatan kesejahteraan adalah kesehatan masyarakat yang meningkat. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan program kesehatan, termasuk yang dapat menjangkau kelompok rentan,” ucap Imdadun menambahkan.

Kegiatan di Bandung ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain untuk memberikan perhatian serupa kepada kelompok disabilitas. Dengan dukungan penuh dari para muzaki, Baznas optimis bahwa sinergi dalam mengelola dana ZIS akan terus menjadi pilar penting dalam menyejahterakan bangsa dan menciptakan akses keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Sen)

Share it:

Baca Juga