Seantero.id, JAKARTA – Umat Muslim di Indonesia tengah menanti kepastian mengenai dimulainya bulan suci. Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan agenda Sidang Isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa (17/2/2026). Pertemuan ini menjadi krusial karena adanya potensi perbedaan tanggal dimulainya ibadah puasa antara pemerintah dengan ormas keagamaan tertentu.
Perbedaan ini sejatinya berpangkal pada perbedaan metodologi yang digunakan. Muhammadiyah umumnya telah menetapkan tanggal lebih awal berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Sementara itu, pemerintah dan ormas lainnya masih konsisten menggabungkan perhitungan astronomis dengan pengamatan lapangan melalui kriteria rukyah hilal. Meski ada kemungkinan tidak serentak, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan saling menghormati.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memberikan imbauan agar perbedaan ini tidak menjadi pemicu keretakan sosial. Dalam keterangannya yang disampaikan di Jakarta pada Selasa (17/2/2026), beliau mengingatkan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru dalam sejarah Islam di tanah air.
“Bukan kali ini, tapi beberapa tahun yang lalu juga Muhammadiyah puasa duluan, lebaran duluan, dan non Muhammadiyah menyusul satu hari berikutnya. Tapi tetap rukun, enggak ada masalah,” kata Menag Nasaruddin Umar, Selasa, dikutip dari YouTube tvOne.
Beliau menambahkan bahwa perbedaan pendapat dalam menentukan kalender hijriah masuk ke dalam ranah teknis keagamaan yang tidak menyentuh pokok akidah. “Karena ini sebetulnya masalah furu’iyah bisa disebut seperti itu ya. Jadi jangan sampai nanti masalah furu’iyah bukan masalah ushuliyyah yang menyebabkan kita berkonflik satu sama lain,” sambungnya.
Pemerintah terus berupaya menjembatani berbagai pandangan melalui forum Sidang Isbat. Namun, setiap organisasi memiliki kedaulatan dalam menggunakan landasan dalil yang mereka yakini kebenarannya.
“Muhammadiyah konsisten untuk mempertahankan metodologi hisabnya sebagai informasi dan rukyahnya sebagai konfirmasi. Sedangkan yang lainnya masih tetap seperti dulu ya, rukyah penentu dan hisab itu adalah konfirmasi,” jelas Nasaruddin menutup keterangannya.
Keputusan final mengenai awal puasa akan diumumkan secara resmi setelah tim pemantau hilal dari berbagai titik di Indonesia melaporkan hasil pengamatan mereka sore ini. Mari kita sambut bulan Ramadan dengan semangat kebersamaan, tanpa memandang perbedaan kalender. (Sen)









