ASDP Ferry Penajam Luruskan Pembayaran Tiket yang Masuk Rekening Pribadi

Gerai loket tiket di pintu masuk Pelabuhan Ferry Penajam, Kabupaten PPU. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) angkat bicara terkait pertanyaan sejumlah pengguna jasa penyeberangan mengenai pembayaran tiket ferry yang dalam beberapa transaksi terlihat masuk ke rekening atas nama pribadi, bukan langsung ke rekening perusahaan maupun bank daerah.

Supervisi Bisnis dan Pelayaran ASDP Ferry Penajam, Heru Sulistriono, menjelaskan kondisi tersebut biasanya terjadi ketika calon penumpang membeli tiket melalui gerai atau pihak yang membantu proses pemesanan tiket secara daring.

Menurutnya, gerai tersebut bukan penerima pembayaran tiket ASDP, melainkan penyedia jasa yang membantu masyarakat melakukan pemesanan melalui sistem Ferizy.

“Kalau membeli melalui gerai, akunnya memang milik mereka. Transfernya masuk ke gerai itu karena mereka yang membantu melakukan pemesanan. Tetapi tiketnya tetap diproses melalui sistem ASDP,” kata Heru saat ditemui di ruangannya, Rabu (3/6).

Sistem ini sendiri telah diterapkan sejak 2024 lalu dan berlaku untuk seluruh layanan penyeberangan ASDP di Indonesia, termasuk Pelabuhan Ferry Penajam.

Kelebihannya mudah dan cepat, masyarakat dapat memesan tiket melalui laman trip.ferizy.com tanpa harus datang ke loket atau menggunakan jasa perantara. Bahkan, tiket dapat dipesan hingga 60 hari sebelum jadwal penyeberangan.

“Kalau lewat aplikasi kan, masyarakat bisa memilih sendiri tanggal keberangkatan, jam masuk pelabuhan, jenis kendaraan sampai jumlah penumpang. Kalau sudah punya tiket dan barcode, tinggal datang sesuai jadwal, scan, selesai,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengatakan masih banyak masyarakat yang belum terbiasa melakukan pembelian tiket secara mandiri melalui platform digital.

Oleh sebab itu, sejumlah gerai hadir untuk membantu proses pemesanan sekaligus melayani pengguna jasa yang tidak memiliki akun atau mengalami kesulitan saat bertransaksi secara online.

“Gerai itu membantu masyarakat. Mereka menyediakan tempat, internet, listrik dan petugas layanan. Jadi ada jasa yang mereka berikan kepada pengguna,” jelas Heru.

Heru juga bilang, pembelian tiket secara langsung melalui platform Ferizy akan terhubung dengan sistem pembayaran resmi yang telah disediakan ASDP.

“Kalau membeli sendiri melalui Ferizy, pilihan pembayarannya banyak. Ada bank-bank Himbara, bank swasta, sampai dompet digital. Semua langsung melalui sistem yang tersedia,” katanya.

Meski demikian, Heru mengakui masih banyak pengguna jasa yang memilih menggunakan bantuan gerai karena belum terbiasa menggunakan layanan digital secara mandiri.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk memahami perbedaan antara pembayaran tiket melalui gerai layanan dan pembelian langsung melalui sistem resmi di laman trip.ferizy.com agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

“Yang penting masyarakat tahu mekanismenya. Kalau melalui gerai ada jasa pelayanan karena mereka membantu proses pemesanan. Tetapi tiket tetap masuk dan tercatat dalam sistem ASDP,” terangnya.

Menurutnya, digitalisasi layanan merupakan bagian dari upaya modernisasi transportasi penyeberangan. Hadirnya sistem ini sejalan dengan perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengedepankan teknologi.

“PPU ini merupakan gerbang menuju IKN. Karena itu pelayanannya harus mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga