Seantero.id, JAWA TIMUR – Desa Pocong yang berada di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik terkait namanya yang unik hingga membuat penasaran banyak orang tentang asal usul wilayah tersebut.
Sejarawan Bangkalan, Hidrochin Sabarudin. Dalam keterangannya menjelaskan bahwa asal usul Desa Pocong berkaitan dengan peristiwa horor yang pernah terjadi di wilayah tersebut.
Dari informasi yang diterimanya. Sebelum dinamai Desa Pocong, wilayah di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur tersebut suasananya masih sangat sepi, dikelilingi hutan serta semak belukar.
Meskipun berupa hutan, semak belukar, namun sejumlah keluarga ada yang membuat tempat untuk tinggal menetap.
Salah satu warga di area tersebut kemudian meninggal dunia dan dimakamkan layaknya orang yang berpulang dengan dibungkus kain kafan.
“Ya selayaknya orang meninggal, jenazah dibungkus kain kafan sebelum dimakamkan,” ungkap Hidrochin.
Beberapa kemudian setelah dimakamkan, peristiwa hororpun terjadi hingga membuat resah beberapa warga lainnya di area hutan tersebut.
Beberapa warga mengaku syok dengan adanya penampakan sosok pocong yang melompat-lompat di area area hutan hingga pemukiman.
“Banyak masyarakat yang ketakutan karena ada pocongan yang berjalan ke sana kemari melewati hutan-hutan, semak belukar bahkan sampai ke pemukiman,” ungkap Hidrochin, 28 Mei 2026.
Dalam keterangan yang diterimanya, Hidrochin mengatakan bahwa teror penampakan makhluk astral tersebut terjadi selama 40 hari berturut-turut.
Buntut adanya penampak mahluk astral berwarna putih tersebut, warga pun memutuskan tidak keluar rumah malam hari, waktu di mana sosok mengerikan dimaksud menampakan diri.
Teror serupa kembali terjadi setiap kali ada warga meninggal dunia, hingga kondisi itu membuat warga makin resah.
Hidrochin menceritakan bahwa setelah semak belukar di daerah tersebut dibabat, peristiwa horor pun tidak lagi terjadi. Dari situlah warga setempat sepakat memberi nama wilayah yang pernah angker tersebut dengan nama “Desa Pocong”.(Dd)









