Apel Siaga Bencana PPU, Personel dan Peralatan Disiapkan Hadapi Ancaman El Nino 2026

Kegiatan persiapan menghadapi El Nino oleh BPBD PPU. (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino 2026 melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati PPU, Kilometer 09 Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam ini dipimpin oleh Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin yang mewakili bupati. Apel turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai instansi terkait.

Ratusan personel dari lintas sektor dikerahkan dalam kegiatan tersebut, lengkap dengan armada dan peralatan penanggulangan bencana. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, seperti potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga krisis air bersih yang diprediksi meningkat akibat El Nino.

Dalam amanatnya, Abdul Waris Muin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah kondisi iklim global yang kian dinamis. Ia menyebut kesiapan personel maupun peralatan harus benar-benar optimal agar dampak bencana dapat diminimalkan.

“Perubahan iklim dan fenomena El Nino menjadi tantangan serius yang harus kita hadapi bersama. Kesiapan harus terus ditingkatkan agar penanganan bisa berjalan maksimal,” ujar Abdul Waris Muin.

“Perubahan pola cuaca yang tidak menentu, peningkatan suhu udara, serta berkurangnya curah hujan pada periode tertentu menjadi indikator nyata bahwa kita harus semakin waspada dan siap menghadapi berbagai dampaknya,” lanjutnya.

Fenomena El Nino ini diprediksi terjadi pada 2026 dan berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut diketahui dapat meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan pada sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan masyarakat.

Selain itu, kesiapan sistem deteksi dini dan pemantauan berbasis teknologi juga menjadi faktor penting dalam mengantisipasi potensi bencana, termasuk pemantauan kondisi cuaca dan titik panas (hotspot).

“Kesiapan sarana dan prasarana, seperti peralatan pemadam kebakaran, kendaraan operasional, pompa air, embung, serta logistik pendukung lainnya diharapkan dapat bekerja dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Wakapolres Kompol Awan Kurnianto menyatakan kesiapan Polri dalam mendukung penanggulangan bencana di wilayah PPU. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana.

“Kita ingin memastikan seluruh unsur, baik BPBD, TNI, Polri, mitra perusahaan, relawan, maupun masyarakat, bersinergi, siap bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat,” tuturnya.

Menurutnya, momentum HKBN menjadi pengingat bahwa kesiapan adalah kunci utama dalam menghadapi situasi darurat, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Selain apel, kegiatan juga diisi dengan pengecekan langsung terhadap berbagai peralatan, mulai dari kendaraan operasional, perlengkapan pemadam kebakaran hutan dan lahan, hingga alat evakuasi dan tanggap darurat.

Melalui kegiatan ini, Pemkab PPU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga sigap dalam tindakan menghadapi ancaman bencana di tengah tantangan perubahan iklim. (Bey)

Share it:

Baca Juga