Seantero.id, JAKARTA – Bergabungnya negara Indonesia menjadi anggota Dewan Perdamaian Dunia atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat banyak kritikan.
Kritikan tajam terkait bergabungnya Indonesia dalam BoP yang dipimpin oleh Donald Trump tersebut turut disampaikan oleh mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.
Dalam akun Instagramnya @aniesbaswedan, sosok yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta yang juga Menteri Pendidikan tersebut mendesak agar pemerintah Indonesia menarik diri Dewan Perdamaian bentukan Trump.
Desakan yang dilontarkannya tersebut menyusul serangan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran hingga mengakibatkan tewasnya Ayatulloh Ali Khamenei.
Anies mempertanyakan komitmen bangsa terhadap perdamaian dunia yang adil, menyusul serangan-serangan yang dilancarkan Amerika Serikat sebagai pendiri badan perdamaian tersebut.
“Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil, atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam?” ungkap Anies dalam Instagramnya.
Kembali ia menyoroti BoP, alih-alih berupaya menciptakan kedamaian, ketua badan tersebut justru melakukan agresi militer yang menelan korban jiwa hingga tingkat pemimpin.
Anies menyinggung serangan tersebut dilakukan tanpa adanya mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di tengah proses negosiasi.
“Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tidak terjadi apa-apa, ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia,” kritik Anies Baswedan terhadap Donald Trump.(Dd)









