Seantero.id, KUKAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Kartanegara menyayangkan belum adanya kepastian anggaran untuk persiapan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser.
Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar, mengungkapkan kebutuhan anggaran ideal untuk persiapan diperkirakan berkisar antara Rp25 miliar hingga Rp30 miliar. Namun hingga saat ini, kepastian anggaran masih menunggu keputusan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Seluruh kebutuhan, mulai dari training camp (TC), uang saku atlet, hingga sarana pendukung lainnya, bergantung pada Dispora,” ujarnya, Jumat (24/4).
Ia menjelaskan, program pemusatan latihan sendiri terbagi menjadi dua skema, yakni sentralisasi dan desentralisasi, yang keduanya membutuhkan pembiayaan tidak sedikit.
Di tengah kondisi tersebut, Chairil tetap mengapresiasi komitmen pengurus cabang olahraga yang terus melakukan pembinaan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Mereka tetap bergerak, bahkan dengan pengorbanan pribadi, baik secara finansial maupun tenaga. Ini tentu patut diapresiasi,” katanya.
Chairil juga menyoroti berkurangnya partisipasi sejumlah pihak dibandingkan saat anggaran olahraga masih besar. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting untuk evaluasi ke depan.
“Dulu saat anggaran besar, banyak yang aktif. Sekarang ketika terbatas, justru tidak muncul. Ini jadi bahan evaluasi bersama,” tambahnya.
Saat ini, operasional KONI Kukar pun masih bergantung pada dukungan Dispora, termasuk untuk kebutuhan dasar seperti listrik, air, dan jaringan internet.
“Kita masih bergantung, bahkan untuk operasional harian,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku memahami kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi keterbatasan. Oleh karena itu, KONI Kukar berupaya tetap realistis dalam menyusun target dan program pembinaan atlet.
“Pemerintah daerah juga punya keterbatasan. Yang penting kita tetap berupaya maksimal dengan kondisi yang ada,” pungkasnya. (Bey)









