Seantero.id, PASER – Keterbatasan anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026 berpotensi berdampak pada jumlah nomor tanding yang akan dipertandingkan. Penyesuaian ini dilakukan agar pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut tetap berjalan efektif.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia, Katsul Wijaya, mengungkapkan bahwa pengurangan nomor tanding menjadi salah satu opsi yang tengah dibahas menyusul menurunnya alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Dari usulan awal sebesar Rp60 miliar, nilai anggaran diperkirakan mengalami penurunan.
“Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan dukungan anggaran, termasuk kemampuan masing-masing kabupaten dan kota,” ujarnya, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, rencana awal mempertandingkan 64 cabang olahraga (cabor) tetap menjadi acuan. Namun, tidak semua nomor tanding akan dipertahankan, terutama pada cabor yang dinilai kurang berpotensi menyumbang medali bagi kontingen tuan rumah maupun yang tidak masuk dalam agenda Pekan Olahraga Nasional.
Meski demikian, Katsul memastikan bahwa pengurangan nomor tanding tidak akan dilakukan secara drastis. Batas maksimal pengurangan disebut tidak akan melebihi 50 persen dari total nomor di masing-masing cabang olahraga.
“Rata-rata pengurangannya tidak lebih dari setengah jumlah nomor tanding di tiap cabor,” jelasnya.
Rencana tersebut telah melalui pembahasan bersama seluruh pengurus cabang olahraga di Paser. Hasilnya kemudian disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan anggaran final.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Paser kini menunggu keputusan dari pemerintah provinsi terkait finalisasi anggaran dan jumlah nomor tanding yang akan dipertandingkan pada ajang yang dijadwalkan berlangsung 14–27 November 2026 itu.
“Keputusan akhirnya tetap di tingkat provinsi. Kami siap menyesuaikan dengan hasil pembahasan yang ada,” pungkasnya. (Bey)









