Seantero.id, JAKARTA – Isu mengenai kembalinya sistem sekolah dari rumah akhirnya terjawab. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk menerapkan kebijakan pembelajaran daring bagi siswa sekolah. Penegasan ini muncul di tengah bergulirnya wacana kebijakan penghematan energi nasional yang sedang dipersiapkan oleh Kabinet Merah Putih.
Meskipun pemerintah tengah menggodok aturan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor pendidikan dipastikan tetap berjalan secara luring. Kebijakan WFH tersebut awalnya dirancang untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat dampak krisis global di wilayah Asia Barat. Namun, bagi para pelajar, aktivitas di sekolah akan tetap berlangsung normal seperti biasa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan tidak ada rencana pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh bagi siswa sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi. Menurutnya, aturan penghematan tersebut tidak menyentuh teknis belajar mengajar di kelas. “Pembelajaran akan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Mu’ti ketika dihubungi pada Selasa (24/3/2026) di Jakarta. Beliau juga menambahkan bahwa proses belajar bagi siswa SD hingga menengah tetap berlangsung tatap muka selama lima hari dalam sepekan.
Langkah efisiensi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Presiden mendorong adanya strategi penghematan energi di sektor publik, namun tetap memprioritaskan kualitas pelayanan dasar. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan bahwa pemerintah sangat berhati-hati agar kebijakan ini tidak merugikan dunia pendidikan.
Dalam keterangan pers pada Selasa (24/3/2026), Pratikno menekankan pentingnya menjaga kualitas akademik. Ia mengingatkan jangan sampai timbul learning loss atau kemunduran proses akademik akibat kurangnya interaksi langsung. “Sektor pendidikan harus berjalan optimal,” ujarnya. Dengan kepastian dari Abdul Mu’ti ini, para orang tua dan siswa tidak perlu khawatir akan perubahan jadwal sekolah, karena fokus pemerintah adalah tetap menghadirkan pendidikan bermutu sambil menjaga ketahanan energi nasional. (Sen)









