Seantero.id, PENAJAM – Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor mendorong pemerintah pusat dan Pertamina untuk memperluas jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Benuo Taka.
Menurut Syahrudin, perluasan jargas menjadi salah satu solusi untuk mengurangi antrean dan ketergantungan masyarakat terhadap gas elpiji di tingkat pengecer maupun pangkalan.
“Kalau kami berharap semua masyarakat, khususnya di jalan-jalan utama, itu sudah memakai jargas semua,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia menilai saat ini jaringan gas di PPU masih belum merata karena baru menjangkau sebagian kawasan permukiman masyarakat.
“Sekarang ini baru sebelah kanan saja, yang sebelah kiri belum,” bebernya.
Karena itu, DPRD berharap program jargas dari Kementerian ESDM dapat terus dilanjutkan agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat layanan gas rumah tangga langsung ke rumah.
“Kami berharap program dari Kementerian ESDM itu terus berlanjut supaya masyarakat tidak lagi antre beli gas di warung atau pangkalan,” jelasnya.
Syahrudin mencontohkan pengembangan jaringan gas rumah tangga di Kota Balikpapan yang dinilai sudah jauh lebih baik dan menjangkau hingga kawasan permukiman padat maupun gang-gang kecil.
“Kalau di Balikpapan saya lihat sudah masuk sampai gang-gang dan tanjakan. Hampir semua sudah dapat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui pada awal pembangunan jaringan gas sempat muncul sejumlah persoalan, seperti kebocoran hingga kondisi jalan yang ambles akibat bekas galian proyek.
“Dulu awal-awal memang banyak keluhan, sedikit-sedikit kebakaran dan jalan ambles. Tapi sekarang masyarakat sudah merasakan manfaatnya,” katanya.
Menurut Syahrudin, pengembangan jaringan gas rumah tangga di PPU perlu dipercepat mengingat daerah tersebut merupakan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan kebutuhan energi masyarakat yang terus meningkat.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan PPU, Hadi Saputro menyebut jika hingga saat ini total jargas yang sudah terealisasi dan terpasang adalah 9.365 Sambungan Rumah Tangga (SR). Jumlah ini berasal dari kuota yang diberikan Kementerian ESDM.
Program tersebut mulai dikembangkan sejak 2018 hingga 2019 dengan jumlah SR mencapai 4.260 SR. Selanjutnya, pada periode 2020 hingga 2021, jumlah sambungan terus bertambah hingga totalnya mencapai 9.365 SR.
Meski mengalami peningkatan, cakupan layanan jargas di PPU hingga kini masih terbatas di sebagian wilayah Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru, meliputi Kelurahan Nipah-Nipah, Nenang, Penajam, Lawe-Lawe, serta Desa Girimukti dan Giripurwa.
“Kita usulkan ada penambahan kuota jargas sebanyak 36.000 SR. Kita masih upayakan agar dapat terakomodir. Kalau jadi nanti ini diperluas hingga Babulu,” tutupnya. (Bey)









