Seantero.id, INDRAMAYU – Aksi demonstrasi di Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Beberapa orang yang tergabung Aliansi Topi Jerami melempar ular saat berunjuk rasa, hingga cukup membuat suasana menjadi panik.
Aksi melempar ular saat demonstrasi tersebut merupakan sindiran terhadap Bupati Indramayu yang juga mantan aktor, Lucky Hakim.
Ular dalam karung yang dibawa pengunjuk rasa dilemparkan pada aparat yang tengah berjaga di lokasi demonstasi.
Massa Aliansi Topi Jerami berunjuk rasa mempertanyakan terkait masalah lingkungan, pendidikan, dan ekonomi di wilayah yang dipimpin Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat. Dalam keterangannya menjelaskan bahwa ular yang dilempar adalah sindiran terhadap Bupati Lucky Hakim yang mengeluarkan kebijakan melepas ular ke sawah untuk penanganan hama.
Rakhmat dengan tegas mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihak pemerintah yang dipimpin Lucky Hakim tersebut bukanlah solusi, dan hanya bersifat seremonial semata.
“Simbol lempar ular ini menjadi bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang terkesan simbolis,” ujar Rakhmat.
“Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya,” tegas koordinator aksi tersebut.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti permasalahan lungkungan di daerahnya, termasuk persoalan sampah yang dianggap mengganggu masyarakat.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno. Dalam keterangannya mengatakan aksi lempar ular saat demonstrasi mempertanyakan kebijakan pemkab Indramayu di bawah pimpinan Bupati Lucky Hakim berlangsung aman, ia menyebut bahwa ular berjenis xenochrophis vittatus yang dilempar dapat segera dievakuasi petugas.(Dd)









