Festival Inovasi PPU 2026 Siap Digelar, Dorong Desa dan Kelurahan Tampilkan Program Kreatif

Nicko Herlambang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap menggelar Festival Inovasi Penajam Paser Utara 2026 sebagai wadah mendorong kreativitas dan inovasi desa maupun kelurahan di tengah tantangan kondisi keuangan daerah.

Festival tersebut akan diisi berbagai perlombaan, mulai dari lomba desa, lomba kelurahan, hingga lomba produk unggulan dan teknologi tepat guna.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) PPU, Nicko Herlambang, mengatakan kegiatan itu bertujuan memacu semangat pemerintah desa dan kelurahan untuk terus menghadirkan program inovatif yang melibatkan masyarakat.

“Festival inovasi ini di dalamnya ada beberapa lomba yang kita adakan, satu lomba kelurahan, yang kedua lomba desa, dan yang ketiga ada lomba produk unggulan serta teknologi tepat guna,” ujar Nicko, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, setiap desa dan kelurahan nantinya akan mempresentasikan capaian kinerja selama satu tahun terakhir, lengkap dengan dokumen pendukung yang telah disiapkan.

Menurutnya, tema utama festival tahun ini berkaitan dengan inovasi daerah. Hal itu dinilai penting mengingat kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah desa dan kelurahan tetap kreatif dalam menjalankan program pembangunan.

“Inovasi daerah ini penting karena kondisi keuangan yang cukup berat. Kita menuntut bagaimana tiap desa dan kelurahan tetap bisa berinovasi, terutama dalam menggalang partisipasi masyarakat,” katanya.

Nicko menilai sejumlah desa di PPU telah menunjukkan berbagai terobosan, seperti program ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga gerakan kebersihan berbasis masyarakat.

Model inovasi tersebut, lanjut dia, akan menjadi salah satu indikator penilaian dalam festival. Pemerintah daerah juga menyiapkan penghargaan bagi desa dan kelurahan yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi terbaik.

“Kita ingin mereka menunjukkan kinerjanya selama setahun ini. Nanti akan kita berikan reward supaya mereka semakin bersemangat menjalankan program inovasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, festival itu juga menjadi bagian dari program Sekolah Inovasi Desa yang telah dirintis Pemkab PPU selama setahun terakhir sebagai upaya memperkuat kapasitas desa dalam menciptakan program kreatif dan mandiri.

Nicko berharap seluruh desa di PPU dapat berpartisipasi aktif dalam festival tersebut. Sementara untuk kategori kelurahan, peserta akan dipilih melalui kecamatan masing-masing sebelum nantinya mewakili PPU pada lomba tingkat provinsi.

“Harapannya semua desa bisa terlibat dan berpartisipasi. Untuk kelurahan nanti dipilih oleh kecamatan-kecamatan, kemudian kita kirim untuk lomba tingkat provinsi,” ucapnya.

Saat ini, festival telah memasuki tahapan persiapan. Presentasi peserta dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026, sedangkan puncak acara akan dikemas dalam bentuk pameran potensi desa dan kelurahan.

“Nanti puncaknya kita adakan semacam pameran dari masing-masing desa untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab PPU juga berencana menggandeng pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pihak yang memiliki minat investasi di desa dan kelurahan.

Menurut Nicko, keterlibatan berbagai pihak penting untuk membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kita harus cerdik di tahun 2026 ini, harus terus bergerak dengan inovasi,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga