Presiden Prabowo Bahas 7 Langkah Agar Rupiah Dapat Stabil

Seantero.id, JAKARTA – Presiden RI, Prabowo Subianto. Bertemu dengan Gubernur BI dan jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Negara, Jakarta, 5 Mei 2026, membahas terkait data ekonomi termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Dalam video keterangannya yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Negara, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan padanya untuk dapat melakukan beberapa langkah guna menstabilkan nilai tukar rupiah yang saat ini makin melemah.

“Pak Presiden merestui, kemudian memberikan penguatan-penguatan tujuh langkah penting yang ditempuh BI untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah stabil ke depan,” ungkap Perry.

Tujuh langkah dari presiden untuk dilakukan pihak BI agar membuat rupiah stabil tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, BI diharapkan terus melakukan intervensi, baik di pasar domestik melalui pasar spot, domestic non deliverable forward, maupun di pasar offshore melalui non deliverable forward.

Intevensi tersebut dilakukan di Hongkong, Singapura, London, dan New York.

Kedua, menggunakan instrumen sekuritas Rupiah Bank Indonesia untuk menarik dana asing masuk, sebagai upaya menyiasati modal keluar dari Surat Berharga, obligasi, dan saham.

Ketiga, BI akan terus membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

Keempat, BI dan Kementerian Keuangan menjaga likuiditas di perbankan dan pasar.

Kelima, melakukan pembatasan pembelian dollar di pasar domestik tanpa underlying, dari 100 ribu AS per orang per bulan diturunksn menjadi 50 ribu dollar AS per orang per bulan.

Keenam, sejalan dengan upaya intervensi di pasar offshore melalui NDF, dan agar lebih mampu mengendlikan perkembangan nilai tukar di offshore atau luar negeri, BI membolehkan perbankan domestik untuk turut menjual non deliverable forward (NDF) di pasar offshore.

Ketujuh, BI akan meningkatkan pengawasan terhadap perbankan atau korporasi yang aktivitas pembelian dollarnya tinggi.

Selain Presiden Prabowo, Gubernur BI dan jajaran KSSK, turut hadir di Istana negara Jakarta, dalam pertemuan intensif menyusul melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.400 per dollar Amerika Serikat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(Dd)

Share it:

Baca Juga