DPRD Kukar Dorong Pasar Tangga Arung Square Lebih Terbuka dan Ramai Pengunjung

Pasar Tangga Arung, Kukar. (Ist)

Seantero.id, KUKAR – DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pengelolaan Pasar Tangga Arung Square dilakukan lebih optimal agar mampu berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai dan memiliki daya saing.

Anggota DPRD Kukar, Ahmad Yani, menilai salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah membuka seluruh akses dan pintu masuk pasar agar mobilitas pengunjung dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar.

“Kalau pintu pasar ditutup, itu sama saja menghalangi rezeki. Semua akses harus dibuka agar aktivitas ekonomi bisa mengalir,” ujar Ahmad Yani, Jumat (1/5/2026).

Selain akses pasar, DPRD Kukar juga menyoroti masih banyaknya kios kosong di tengah tingginya minat pedagang untuk berjualan di kawasan tersebut. Kondisi itu dinilai menunjukkan pengelolaan dan penataan kios belum berjalan maksimal.

Ahmad Yani meminta pengelola memastikan kios ditempati pedagang aktif yang benar-benar menjalankan usaha, bukan dijadikan objek transaksi atau diperjualbelikan kembali sebagai lapak.

“Jangan sampai kios dijadikan objek transaksi lapak. Harus dipastikan yang menempati adalah pedagang yang benar-benar berjualan,” tegasnya.

DPRD Kukar juga membuka peluang evaluasi terhadap biaya sewa maupun retribusi apabila dinilai terlalu memberatkan pedagang, terutama pada tahap awal pengembangan pasar.

Menurut Ahmad Yani, kebijakan yang mempermudah pedagang perlu diprioritaskan agar Pasar Tangga Arung Square terlebih dahulu tumbuh dan menarik lebih banyak aktivitas perdagangan.

“Kalau masih terasa mahal, bisa kita revisi. Prinsipnya sekarang memulai dulu dengan memudahkan, bukan menyusahkan,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan pasar juga harus dibarengi strategi penataan produk dan harga agar memiliki daya tarik bagi konsumen. Keberagaman barang dagangan, harga yang kompetitif, hingga produk khas tertentu dinilai dapat menjadi magnet pembeli, termasuk dari luar daerah.

“Kalau perlu orang dari luar datang ke Kukar karena produk tertentu hanya ada di sini. Itu yang harus dikelola,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga