Seantero.id, PENAJAM – Insiden kekerasan terjadi di lingkungan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Seorang pelajar berinisial MR mengalami luka serius hingga kehilangan sebagian telinga kanannya setelah terlibat perkelahian dengan rekan sebayanya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 10.50 Wita dan kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor: STPLP/53/IV/2026/Sat Reskrim/Polres PPU/Polda Kaltim.
Ayah korban, Suparjono, menjelaskan kejadian bermula saat anaknya hendak meminjam bola basket milik terduga pelaku berinisial RY, yang juga merupakan siswa kelas IX di sekolah yang sama. Namun, permintaan tersebut diduga ditolak dengan disertai ejekan.
Tak terima, korban sempat mendorong pelaku hingga terjadi perkelahian. Dalam situasi tersebut, RY diduga mencekik korban dan menggigit telinga kanan korban hingga mengalami luka robek parah dan putus.
Korban sempat mendapatkan penanganan awal di ruang UKS sekolah, namun karena mengalami pendarahan hebat, ia segera dirujuk ke RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk perawatan intensif.
Direktur rumah sakit, Lukasiwan Eddy Saputro, membenarkan kondisi korban yang tengah menjalani penanganan medis.
“Pasien masuk sebagai pasien pasca operasi telinga. Kabarnya telinganya digigit,” ujarnya singkat.
Peristiwa ini turut mendapat perhatian dari Bupati PPU, Mudyat Noor, yang langsung menjenguk korban di rumah sakit guna memberikan dukungan moril serta memastikan penanganan berjalan optimal.
Dari sisi hukum, keluarga korban telah menunjuk kuasa hukum Rohman Wahyudi dan resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres PPU pada Sabtu (25/4/2026). Mereka berharap proses hukum dapat berjalan hingga memberikan keadilan atas kejadian yang menyebabkan luka berat tersebut.
Rohman Wahyudi menyebut penyidik Sat Reskrim Polres PPU bergerak cepat dengan mendatangi korban di rumah sakit untuk melakukan berita acara pemeriksaan (BAP).
“Penyidik proaktif melakukan pemeriksaan langsung di ruang perawatan korban,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU juga telah turun tangan. Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengonfirmasi pihaknya telah mengunjungi korban yang merupakan siswa SMP Negeri 5.
Kasus ini kini masih dalam penanganan Sat Reskrim Polres PPU untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah daerah pun diharapkan memperkuat pengawasan serta pembinaan di lingkungan sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang. (Bey)









