Seantero.id, KUKAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan penyegaran kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) melalui musyawarah anak cabang (musancab) yang digelar serentak, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 20 kecamatan se-Kutai Kartanegara, sebagai langkah konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, Rendi Solihin, menyebut penyegaran ini menjadi momentum penting bagi partai dalam menghadirkan energi baru di tubuh organisasi.
“Ini pertama kalinya dilakukan penyegaran menyeluruh di 20 kecamatan. Ada yang dipertahankan, tapi banyak juga diisi kader baru,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah ketua PAC yang telah lama menjabat kini didorong naik ke struktur DPC. Sementara posisi di tingkat kecamatan banyak diisi wajah baru, yang didominasi kalangan muda.
Rendi berharap regenerasi tersebut mampu memperkuat basis PDI Perjuangan di Kutai Kartanegara yang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong suara utama partai.
“Perjuangan harus tetap berakar di daerah. Ini proses panjang yang harus terus dijaga,” katanya.
Rendi yang juga Wakil Bupati Kukar, menekankan pentingnya membuka ruang partisipasi lebih luas bagi generasi muda, termasuk Gen Z dan Alpha, agar mulai terlibat dalam dinamika politik.
Secara internal, Rendi meminta seluruh kader, termasuk yang duduk di legislatif, aktif turun ke masyarakat guna menyerap aspirasi dan menghadirkan solusi.
“Penguatan di tingkat bawah menjadi kunci untuk menghadapi kontestasi ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengingatkan pentingnya soliditas kader dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Ia menegaskan seluruh kader harus menjaga kekompakan dan bergerak dalam satu barisan.
“Semangatnya sama rasa dan sama asa. Kalau satu bergerak, semua harus bergerak,” ujarnya.
Menurut Ananda, fokus partai ke depan mencakup konsolidasi elektoral menuju Pemilu 2029 serta penguatan kerja-kerja kerakyatan.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan sejak dini, mulai dari penguatan organisasi, strategi pemenangan, hingga penyiapan calon legislatif dan saksi.
Di tengah tantangan ekonomi global yang berdampak pada daerah, termasuk penurunan APBD Kutai Kartanegara, kader PDIP diminta menghadirkan program yang tepat sasaran bagi masyarakat.
“Tantangan ekonomi harus dijawab dengan program yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Terkait wacana masa jabatan ketua umum partai, Ananda menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Itu sepenuhnya menjadi ranah DPP yang memiliki pertimbangan tersendiri,” pungkasnya. (Bey)









