Seantero.id, BALIKPAPAN – Operator kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, I.League, memberikan penjelasan terkait potongan tayangan siaran yang memperlihatkan ruang Video Assistant Referee (VAR) tampak kosong dalam pertandingan Persiba Balikpapan melawan PSS Sleman di Stadion Batakan, Minggu (26/4/2026) malam.
Momen tersebut terjadi pada menit ke-53 ketika skor masih imbang 0-0. Saat itu, wasit Naufal Adya Fairuski memberikan tendangan bebas kepada PSS Sleman usai pelanggaran yang dilakukan bek Persiba, Rical Vieri, terhadap Frederic Injai di dekat kotak penalti.
Awalnya, wasit hanya mengganjar Rical Vieri dengan kartu kuning. Keputusan itu langsung memicu protes keras dari para pemain PSS Sleman yang menilai pelanggaran tersebut dilakukan sebagai pemain terakhir sehingga layak berbuah kartu merah.
Menanggapi protes tersebut, wasit kemudian melakukan peninjauan melalui VAR dari pinggir lapangan. Namun, dalam tayangan siaran langsung yang beredar, ruang VAR justru terlihat kosong tanpa petugas, sehingga memunculkan tanda tanya publik.
Meski demikian, setelah proses pengecekan VAR, wasit akhirnya mengubah keputusannya dengan memberikan kartu merah langsung kepada Rical Vieri.
Pihak I.League pun angkat bicara untuk meluruskan situasi tersebut, menyusul munculnya spekulasi di kalangan penonton terkait operasional VAR dalam pertandingan tersebut.
“VAR yang kosong dalam laga Persiba Balikpapan melawan PSS Sleman pada Pegadaian Championship adalah akibat gangguan teknis pada sistem penayangan, bukan karena tidak adanya petugas,” kata Ferry Paulus, Direktur Utama I.League, Senin (27/4) dalam postingan resminya.
Insiden ini menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan keputusan krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan, terutama bagi Persiba yang saat itu tengah berjuang menghindari zona degradasi. (Bey)









